KKSS Parigi Moutong Resmi Dikukuhkan, Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi di Tengah Keberagaman

/ Foto : Soalparigi

Soalparigi.ID — Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sosial dan kontribusi pembangunan daerah melalui pelantikan dan pengukuhan Badan Pengurus Daerah (BPD) periode 2026–2031, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan halal bihalal 1447 Hijriah ini berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong. Selain menjadi agenda organisasi, momen tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Pelantikan pengurus baru dipimpin oleh Drs. H. Suardi sebagai ketua, didampingi Andi Bahrisati sebagai sekretaris dan dr. Hj. Hartini H. Sarrang sebagai bendahara. Struktur organisasi juga diperkuat oleh sejumlah bidang strategis yang difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia hingga sektor kepemudaan.

Komposisi kepengurusan ini mencerminkan upaya organisasi untuk lebih adaptif dalam menjawab tantangan sosial dan pembangunan daerah. Keterlibatan berbagai elemen, termasuk tokoh lintas budaya, menjadi salah satu ciri penguatan struktur KKSS ke depan.

Sejumlah tokoh masyarakat lokal dari etnis Kaili turut masuk dalam jajaran Dewan Kehormatan. Kehadiran mereka menandai pendekatan inklusif yang diambil organisasi dalam membangun hubungan lintas komunitas di Parigi Moutong.

Simbolisasi kebersamaan terlihat dari penyematan songkok khas Bugis kepada tokoh Kaili, sebagai bentuk penghormatan sekaligus penegasan bahwa KKSS tidak berdiri eksklusif, melainkan terbuka dalam merawat keberagaman.

Ketua BPD KKSS Parigi Moutong, Suardi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah daerah. Ia menilai kemitraan yang dibangun harus berlandaskan keikhlasan dan orientasi pada kepentingan bersama.

Menurutnya, potensi sumber daya manusia yang dimiliki KKSS cukup besar dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari aparatur sipil negara, tenaga pendidik, hingga aparat keamanan. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas internal organisasi. Fondasi yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya dinilai perlu dilanjutkan dengan komunikasi yang baik agar KKSS tetap relevan dan mampu berkontribusi secara berkelanjutan.

“Sinergi dan komunikasi menjadi kunci agar organisasi ini tetap kuat dan memberi manfaat,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menegaskan bahwa kepengurusan organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai KKSS telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai sektor pembangunan.

Peran warga Sulawesi Selatan di Parigi Moutong disebut cukup signifikan, khususnya dalam sektor perdagangan, pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas tersebut dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah daerah melihat organisasi kemasyarakatan seperti KKSS sebagai mitra strategis dalam mempercepat pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dinilai penting untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

Wakil Bupati juga mengaitkan peran KKSS dengan program Gerbang Desa (Gerakan Membangun dari Desa) yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Ia berharap organisasi ini dapat berkontribusi dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.

Selain aspek pembangunan, momentum halal bihalal dimaknai sebagai ruang mempererat hubungan sosial. Nilai kebersamaan dan persaudaraan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang berpotensi memecah belah masyarakat. Dalam konteks daerah yang majemuk, stabilitas sosial menjadi faktor kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Mari kita jaga kebersamaan dan kondusivitas daerah,” pesannya.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai paguyuban. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan dukungan luas terhadap peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan daerah.

Pelantikan ini menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk membuktikan perannya secara konkret. Tantangan ke depan tidak hanya pada menjaga solidaritas internal, tetapi juga bagaimana menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, KKSS diharapkan mampu menjadi jembatan antara komunitas dan pemerintah. Peran tersebut penting untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.

Pada akhirnya, penguatan organisasi seperti KKSS tidak hanya berdampak pada anggotanya, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Jika mampu dikelola secara inklusif dan produktif, organisasi ini berpotensi menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *