Soalparigi.id — Menjelang siang, Aula Kantor Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, dipenuhi warga yang datang dengan satu tujuan sederhana mendengar, memahami, dan menjaga keluarganya dari ancaman narkoba. Di ruangan itu, tidak ada cerita tentang penangkapan ataupun barang bukti. Yang mengemuka justru pesan bahwa perang melawan narkoba dimulai dari rumah, dari lingkungan sekitar, dan dari keberanian masyarakat untuk saling peduli.
Suasana tersebut menjadi bagian dari kegiatan penyuluhan Program Kampung Bebas Narkoba yang dilaksanakan Satuan Reserse Narkoba Polres Parigi Moutong, Senin (29/6/2026), sekitar pukul 11.00 Wita di Aula Kantor Desa Lobu Mandiri.
Kegiatan dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Parigi Moutong, IPTU Nicho Eliezer, S.Tr.K., M.Si., didampingi Bhabinkamtibmas Desa Lobu Mandiri, AIPDA Saldi. Penyuluhan diikuti perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Di hadapan warga, IPTU Nicho menjelaskan berbagai jenis narkotika beserta dampak yang ditimbulkannya, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental hingga rusaknya hubungan sosial dan masa depan generasi muda. Namun, materi yang disampaikan tidak berhenti pada penjelasan mengenai bahaya narkoba. Warga juga diajak memahami bahwa keluarga dan lingkungan memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Menurut IPTU Nicho Eliezer, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Partisipasi aktif masyarakat menjadi unsur penting dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.
“Program Kampung Bebas Narkoba merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kami ingin seluruh warga menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman narkoba. Jika masyarakat berani menolak, peduli, dan segera melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, maka cita-cita mewujudkan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) dapat terwujud,” ujar IPTU Nicho Eliezer.
Pesan tersebut disambut sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan tetap aman bukan semata menjadi tanggung jawab kepolisian. Kesadaran warga untuk saling mengingatkan, mengawasi, dan membangun komunikasi yang baik di lingkungan tempat tinggal menjadi langkah awal dalam mempersempit ruang bagi peredaran narkoba.
Melalui Program Kampung Bebas Narkoba, Satresnarkoba Polres Parigi Moutong terus mendorong lahirnya desa-desa yang memiliki ketahanan sosial terhadap ancaman narkotika. Harapannya, edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal bagi masyarakat untuk menjaga generasi muda agar tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Di Desa Lobu Mandiri, penyuluhan hari itu mungkin berlangsung hanya beberapa jam. Namun, pesan yang dibawa pulang warga diharapkan dapat bertahan jauh lebih lama: bahwa melindungi masa depan anak-anak dan generasi muda dimulai dari keberanian seluruh masyarakat untuk berkata tidak terhadap narkoba.






