Soalparigi.ID — Program Beasiswa Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendapat perhatian dari ekosistem beasiswa nasional setelah Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. diundang sebagai keynote speaker dalam Compass Building Camp (CBC) 2026 yang digelar ETOS ID, bagian dari ekosistem Beastudi Indonesia GREAT Edunesia–Dompet Dhuafa, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran Anwar Hafid dalam forum tersebut berkaitan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Berani Cerdas. Program prioritas pemerintahan Anwar Hafid itu memberikan dukungan biaya pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah sekaligus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.
Hingga akhir 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat 23.569 penerima manfaat Berani Cerdas dengan alokasi anggaran lebih dari Rp84 miliar. Pada 2026, cakupan program diperluas dengan mempersiapkan dukungan pendidikan untuk jenjang S2 dan S3, khususnya pada bidang strategis yang dibutuhkan daerah.
Situs resmi Berani Cerdas menjelaskan program tersebut sebagai bantuan biaya pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan. Untuk tahun akademik 2026/2027, skema pendidikan mencakup jenjang D3, D4, S1, serta jalur S2 dan S3 sesuai ketentuan yang berlaku.
Compass Building Camp 2026 mengangkat tema “Finding Your Direction” dengan semangat “Menapaki Langkah, Menorehkan Kisah” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Compass Building Camp merupakan program orientasi dan pembinaan ETOS ID bagi penerima manfaat baru. Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu Etoser membangun visi, menentukan arah masa depan, serta memperoleh edukasi dan inspirasi dari tokoh-tokoh strategis.
Dalam forum tersebut, Anwar Hafid berada satu forum dengan sejumlah penggerak pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kehadirannya mempertemukan pengalaman kebijakan pendidikan pemerintah daerah melalui Berani Cerdas dengan praktik pembinaan penerima beasiswa yang dijalankan lembaga berskala nasional.
ETOS ID merupakan program beasiswa Dompet Dhuafa yang berfokus pada investasi sumber daya manusia strategis daerah melalui peningkatan kapasitas dan integritas mahasiswa. Program tersebut bertujuan melahirkan sumber daya manusia daerah yang berintegritas, profesional, transformatif, serta mampu berperan dalam percepatan pembangunan daerah.
Saat ini, ETOS ID menjalankan aktivitas pembinaan di 16 wilayah program di Indonesia, termasuk Palu, Sulawesi Tengah. Cakupan tersebut juga menjadi bagian dari berbagai program nasional ETOS ID yang mempertemukan penerima manfaat dan fasilitator dari berbagai daerah.
Di tingkat nasional, ETOS ID menjadi bagian dari ekosistem Beastudi Indonesia GREAT Edunesia. Beastudi Indonesia menaungi sejumlah program pembinaan penerima beasiswa, di antaranya ETOS ID, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA), Youth Ekselensia Indonesia (YES), dan Kuliah Tak Gentar (KTG).
Pertemuan antara Berani Cerdas dan ETOS ID memiliki irisan pada pengembangan sumber daya manusia berbasis daerah. ETOS ID membangun kapasitas mahasiswa melalui skema beasiswa dan pembinaan, sedangkan Berani Cerdas menjadi instrumen kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan.
Program Berani Cerdas mulai dijalankan pada 2025 dan terus diperluas. Pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan Sulawesi Tengah, dengan peningkatan kualitas manusia dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.
Kehadiran Anwar Hafid dalam forum ETOS ID juga menjadi ruang untuk memperkenalkan pengalaman implementasi Berani Cerdas kepada komunitas penerima dan pengelola beasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.
Bagi ETOS ID Palu, momentum tersebut mempertemukan dua aspek pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah, yakni keberadaan wilayah pembinaan ETOS ID dan kebijakan pendidikan daerah melalui Berani Cerdas.
Selain Anwar Hafid, Compass Building Camp 2026 menghadirkan Bayu C. Winata, Ketua Beastudi Indonesia; Suhandi Hasan, Administrative Assistant Penn State University sekaligus Alumni Etos ID Ambon 2012; Mulyadi Saputra, Deputy Director I Pendidikan Dompet Dhuafa; serta Haryo Mojopahit, Managing Director Program, Riset dan Budaya Dompet Dhuafa.
Melalui forum tersebut, Etoser dari berbagai wilayah mendapat kesempatan melihat praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia dari berbagai perspektif, mulai dari pemerintah daerah, pendidikan, pengelolaan program beasiswa hingga pengembangan masyarakat.
Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam forum nasional ETOS ID turut memperkenalkan Berani Cerdas sebagai kebijakan pendidikan daerah yang tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, tetapi juga perluasan akses pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun kualitas generasi daerah.








