Rakor Asta Cita dan 9 BERANI, Pemprov Sulteng Perkuat Sinkronisasi Program Pembangunan

/ Foto : Adpim Pemprov Sulteng

Soalparigi.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat sinkronisasi program pembangunan daerah dan nasional melalui Rapat Koordinasi (Rakor) implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia sekaligus evaluasi pelaksanaan 9 Program BERANI, Jumat (11/9/2026).

Rakor yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., tersebut berlangsung di Reconnect Island Resort, Pulau Buka Buka, Kabupaten Tojo Una-Una.

Kegiatan dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, para asisten, Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira beserta Forkopimda Kabupaten Tojo Una-Una, kepala OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Tojo Una-Una, tokoh masyarakat, kepala desa serta stakeholder terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una yang menjadi tuan rumah pelaksanaan rakor. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah setempat menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan sinergi antarpemerintahan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una yang telah menjadi tuan rumah dan memfasilitasi kegiatan ini dengan baik. Semoga kebersamaan dan sinergi seperti ini terus kita bangun dalam menjalankan pembangunan di Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Selain menjadi lokasi rakor, Pulau Buka Buka juga menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah daerah untuk melihat potensi Kabupaten Tojo Una-Una, khususnya di sektor kelautan, pariwisata dan ekonomi masyarakat kepulauan.

“Tempat ini mengingatkan kita bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi yang luar biasa. Karena itu, tugas kita adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, berkelanjutan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Rakor tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan dalam memastikan prioritas pembangunan Sulawesi Tengah berjalan searah dengan Asta Cita Presiden RI dan 9 Program BERANI.

Anwar Hafid menegaskan pembangunan daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kesamaan visi dan langkah diperlukan agar program nasional dan daerah dapat saling memperkuat.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan, agar program-program prioritas nasional melalui Asta Cita dapat berjalan selaras dengan program 9 BERANI, demi terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, sebagaimana semangat besar Sulteng Nambaso,” tegas Gubernur.

Menurutnya, visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni “BERANI Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan”, telah dijabarkan dalam empat misi RPJMD yang memiliki keterkaitan dengan delapan poin Asta Cita atau prioritas nasional.

Keselarasan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, pencapaian swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, pemerataan ekonomi hingga ke desa, reformasi birokrasi, penguatan harmoni sosial serta perlindungan lingkungan hidup.

“Dengan demikian, setiap program Asta Cita yang dijalankan di daerah pada dasarnya adalah bagian tak terpisahkan dari capaian 9 BERANI itu sendiri,” ujar Anwar Hafid.

Selain membahas sinkronisasi kebijakan, rakor tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan 9 Program BERANI. Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian program, mengidentifikasi hambatan serta menyusun langkah percepatan dan perbaikan.

Gubernur menekankan pentingnya indikator yang jelas dalam mengukur keberhasilan setiap program. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari terlaksananya kegiatan atau terserapnya anggaran, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai kita merasa berhasil hanya karena program sudah dilaksanakan. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Gubernur.

Karena itu, koordinasi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh perangkat daerah diperlukan untuk mencegah tumpang tindih program dan memperkuat intervensi pada sektor-sektor prioritas pembangunan.

Gubernur juga mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran birokrasi membangun kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Potensi Sulawesi Tengah di sektor pertanian, industri, pertambangan, kelautan dan perikanan serta pariwisata dinilai perlu dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Visi besar kita harus diterjemahkan menjadi kerja bersama. Tidak ada program yang bisa berhasil kalau dikerjakan sendiri. Kita harus bergerak dalam satu arah, dengan semangat yang sama, untuk mewujudkan Sulteng Nambaso,” ujar Gubernur.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen memperkuat sinkronisasi kebijakan nasional dan daerah, mempercepat pelaksanaan 9 Program BERANI serta memastikan agenda pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, Sulawesi Tengah diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera dan berkelanjutan untuk Sulteng Nambaso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *