Dari Tangan Perempuan, Harapan Keluarga Tumbuh: Di Bawah Pimpinan Akbar Rifani, PNM Beri Beasiswa Anak Nasabah

Soalparigi.id — Ada cerita yang lebih besar di balik aktivitas ratusan perempuan pelaku usaha ultra mikro di Parigi Moutong. Bukan hanya tentang modal yang dipinjam dan usaha yang dijalankan, tetapi tentang bagaimana seorang ibu berusaha menjaga dapur keluarganya tetap mengepul, sekaligus membuka jalan bagi masa depan anak-anaknya.

Cerita itulah yang berusaha dibangun PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui pendampingan nasabah. Di bawah kepemimpinan Pimpinan Cabang PNM Palu M. Akbar Rifani, PNM tidak hanya hadir dengan pembiayaan, tetapi juga membawa pendampingan usaha, penguatan kapasitas, literasi dan perhatian terhadap pendidikan keluarga nasabah.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diikuti sekitar 300 nasabah PNM Mekaar di Kabupaten Parigi Moutong.

Bagi Akbar, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab PNM untuk memastikan nasabah memiliki kemampuan mengelola usaha dengan lebih baik, bukan sekadar memperoleh akses pembiayaan.

“Ini bukti nyata bahwa PNM betul-betul selalu mendampingi, memberikan modal pembiayaan dan juga memberikan modal intelektual serta modal sosial, untuk bagaimana nasabah kita mampu mengelola usahanya lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Akbar.

Pendekatan tersebut membuat pemberdayaan perempuan menjadi lebih dari sekadar urusan pembiayaan. Para nasabah didorong memahami cara mengembangkan usaha, beradaptasi dengan perubahan, hingga memanfaatkan teknologi dan kanal digital sebagai sarana promosi.

Bagi pelaku usaha ultra mikro, kemampuan menggunakan ruang digital dapat menjadi pintu baru untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar.

Namun, ada sisi lain dari kegiatan tersebut yang memperlihatkan bahwa perhatian PNM tidak berhenti pada usaha yang dijalankan para ibu.

Lima anak nasabah PNM menerima beasiswa.

Bantuan pendidikan itu menjadi bagian dari program PNM yang menyentuh langsung kehidupan keluarga nasabah. Sebab bagi seorang ibu yang berjuang membangun usaha kecil, pendidikan anak merupakan salah satu alasan terbesar di balik perjuangan tersebut.

“Lima orang anak nasabah kita berikan beasiswa. Semoga beasiswa yang diberikan itu bisa memberi manfaat sebagai bantuan juga untuk biaya pendidikan anak-anak nasabah kita,” kata Akbar.

Menurut Akbar, pemberian beasiswa dilakukan melalui proses seleksi dan menjadi program yang dilaksanakan setiap tahun.

“Setiap tahunnya ada program beasiswa untuk anak-anak nasabah yang melalui proses seleksi,” ujarnya.

Kehadiran program tersebut memperlihatkan wajah lain PNM di tengah masyarakat. Pembiayaan memang menjadi bagian utama dari layanan kepada pelaku usaha, tetapi pendampingan dan program sosial menjadi pelengkap untuk membangun ekosistem yang lebih kuat bagi nasabah dan keluarganya.

Atas pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong turut memberikan apresiasi kepada PNM Cabang Palu.

Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menyampaikan penghargaan atas pelaksanaan PKU Akbar yang dinilai menjadi bagian dari upaya pemberdayaan sekaligus peningkatan kapasitas pelaku usaha di daerah.

Apresiasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan PNM memiliki peran yang relevan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro yang menjadi bagian penting dalam perputaran ekonomi keluarga.

Kegiatan PKU Akbar kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid.

Pemerintah daerah juga melihat pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat pelaku usaha mikro. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan pola pemasaran, kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi menjadi semakin penting.

Akbar berharap pendampingan yang dilakukan PNM dapat melahirkan semakin banyak perempuan pengusaha ultra mikro di Parigi Moutong.

“Kita berharap semakin banyak perempuan-perempuan pengusaha ultra mikro yang akan muncul di Parigi Moutong dan tentunya selalu akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong,” katanya.

Harapan tersebut dibangun melalui prinsip sederhana yang terus ditanamkan kepada para nasabah. Jujur, disiplin dan bekerja keras.

Menurut Akbar, ketiga prinsip itu menjadi modal penting bagi perempuan dalam menjalankan usaha. Kejujuran menjadi dasar dalam membangun kepercayaan, disiplin membantu nasabah mengelola usaha dan memenuhi kewajibannya, sementara kerja keras menjadi bagian dari proses mempertahankan dan mengembangkan usaha.

Ukuran keberhasilan nasabah, kata Akbar, juga tidak hanya dilihat dari besarnya pembiayaan. Perkembangan usaha dan kemampuan nasabah mengakses layanan perbankan menjadi salah satu indikator bahwa proses pendampingan mulai membuahkan hasil.

Ia menyebut ada nasabah yang pada awalnya belum bankable dan belum memahami literasi keuangan. Melalui pembiayaan, pelatihan dan pendampingan, mereka perlahan dibekali kemampuan untuk memenuhi persyaratan layanan perbankan.

“Dari awal kita mulai membina daripada saat belum bankable, belum paham literasi keuangan. Setelah kita lakukan pendampingan, memberikan pembiayaan dan pelatihan, sehingga ibu-ibu itu sudah mampu memenuhi persyaratan sebagai nasabah perbankan,” jelasnya.

Di titik itu, peran PNM menjadi lebih luas dari sekadar lembaga yang memberikan pembiayaan. Ada proses membangun kemampuan, mendampingi usaha dan membuka kesempatan bagi perempuan untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Dan di balik proses tersebut, ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya.

Seorang ibu yang usahanya bertumbuh memiliki peluang lebih besar untuk menopang keluarganya. Sementara seorang anak yang menerima dukungan pendidikan mendapatkan tambahan alasan untuk terus mengejar cita-citanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, langkah seperti yang dilakukan PNM layak mendapat dukungan karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Bagi PNM, apresiasi tersebut menjadi penguat bahwa pembiayaan yang disertai pendampingan, pengembangan kapasitas dan perhatian terhadap keluarga nasabah dapat memberi dampak yang lebih luas.

Dari tangan perempuan, usaha kecil terus bergerak. Dari usaha itu, keluarga bertahan dan tumbuh. Dan dari dukungan terhadap pendidikan anak, harapan untuk masa depan terus dijaga.

Di situlah nilai penting kehadiran PNM di tengah masyarakat, bukan hanya membantu perempuan memulai dan mengembangkan usaha, tetapi ikut menjaga agar manfaat dari perjuangan mereka dapat dirasakan hingga ke keluarga dan generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *