Soalparigi.ID — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September, Angkatan Muda Penggerak Demokrat (AMPD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mewacanakan pelaksanaan kegiatan gerak jalan antarkelompok di Kabupaten Parigi Moutong.
Ketua AMPD Sulteng, Rezki Samadani, kepada media ini (20/8/26) mengatakan rencana kegiatan tersebut telah dikoordinasikan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Menurut Rezki, rencana pelaksanaan kegiatan tersebut telah mendapat persetujuan dari Anwar Hafid.
“Alhamdulillah, saya sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD Partai Demokrat, Kanda Anwar Hafid. Beliau menyetujui untuk dilaksanakan gerak jalan,” kata Rezki.
Rezki menjelaskan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada September 2026, bertepatan dengan momentum HUT ke-25 Partai Demokrat. Lokasi kegiatan direncanakan berada di ibu kota Kabupaten Parigi Moutong, sementara tanggal dan waktu pelaksanaan masih akan diumumkan melalui kanal resmi panitia.
Dalam konsep yang disiapkan panitia, setiap kelompok peserta terdiri atas 25 orang dengan ketentuan mengenakan dress code berwarna putih dan biru. Peserta akan mengikuti kategori umum dan bersifat antarkelompok.
Panitia juga berencana melibatkan unsur pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah sebagai dewan juri. Langkah tersebut, kata Rezki, dimaksudkan untuk menjaga independensi proses penilaian.
“Kami berencana mengundang dewan juri dari pengurus KONI Sulawesi Tengah agar proses penilaian dapat berlangsung secara independen,” ujarnya.
Selain kegiatan utama, panitia menyiapkan hadiah atau bonus sebesar Rp25 juta. Besaran hadiah tersebut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.
“Karena ini HUT ke-25, kami akan siapkan bonus sebesar Rp25 juta,” kata Rezki.
Untuk mendukung kebutuhan teknis pelaksanaan di lapangan, panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu per kelompok. Rezki menjelaskan, biaya tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan administrasi dan perangkat kerja selama kegiatan.
Panitia juga mewacanakan adanya pesta rakyat setelah kegiatan. Acara tersebut disebut berpotensi menghadirkan artis dari ibu kota, meski hingga kini nama maupun kepastian kehadiran artis masih belum final.
Terkait keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS), Rezki menyebut pihaknya memperbolehkan mereka menjadi peserta karena menurutnya tahapan kampanye belum dimulai.
Namun, ketentuan mengenai keterlibatan ASN dalam kegiatan yang berkaitan dengan partai politik tetap perlu mengacu pada peraturan perundang-undangan serta ketentuan lembaga yang berwenang. Pernyataan mengenai diperbolehkannya ASN dalam kegiatan tersebut merupakan pandangan pihak penyelenggara dan perlu dipastikan kembali berdasarkan aturan yang berlaku.
Rezki menambahkan, pihaknya masih membuka ruang bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk memberikan masukan demi memastikan kegiatan berjalan tertib dan sukses.
“Kami terbuka terhadap masukan dari semua pihak. Harapannya, kegiatan ini bisa dipersiapkan dengan baik dan berlangsung tertib serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Hingga kini, jadwal pasti pelaksanaan gerak jalan tersebut belum diumumkan. Panitia menyatakan informasi resmi mengenai waktu dan teknis pelaksanaan akan disampaikan melalui flyer atau kanal resmi setelah seluruh persiapan dan koordinasi selesai.








