Soalparigi.id — APT Tournament Cup 2026 Vol. 2 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Lapangan Indoor Tenis Kantor Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Turnamen yang digelar APT Collaboration tersebut menjadi ruang kompetisi bagi para pecinta tenis sekaligus wadah untuk mengasah kemampuan dan mempererat silaturahmi antarpemain.
Sebanyak 12 pasangan ganda putra dan 14 pasangan ganda campuran ambil bagian dalam turnamen tersebut. Persaingan berlangsung dalam suasana kompetitif hingga akhirnya melahirkan para juara dari masing-masing nomor.
Pada nomor ganda campuran, pasangan Aprilia–Wawan berhasil meraih posisi pertama. Juara kedua ditempati Hari–Nela, sedangkan Bangkit–Wulan berada di posisi ketiga.
Sementara pada nomor ganda putra, pasangan Bangkit–Akbar keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Arman–Rolan, sedangkan Wawan–Faisal menempati peringkat ketiga.

Promotor sekaligus penyelenggara APT Collaboration, Agustam, S.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut terlibat dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut terlibat dalam penyelenggaraan APT Tournament Cup Vol. 2. Kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan kebersamaan dari semua pihak,” ujar Agustam.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tidak hanya berorientasi pada pertandingan dan perebutan gelar juara. Lebih dari itu, APT Collaboration ingin ikut mengambil bagian dalam membangun ekosistem tenis di Parigi Moutong melalui kreativitas dan inisiatif anak muda.
Baca juga: PELTI Parigi Moutong Apresiasi APT Tournament Cup Vol. 2, Jadi Wadah Prestasi Atlet Daerah
Agustam mengatakan, anak muda memiliki ruang besar untuk berkontribusi terhadap perkembangan olahraga daerah. Kreativitas tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, termasuk menghadirkan kompetisi yang mampu mempertemukan atlet dan komunitas tenis.
“Kami percaya bahwa tenis bisa terus berkembang jika ada kemauan, kreativitas dan keberanian dari anak muda untuk membuat sesuatu. APT Collaboration ingin menjadi bagian dari semangat itu,” katanya.
Ia berharap APT Tournament Cup dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan ruang lebih luas bagi para pemain tenis untuk berkompetisi, meningkatkan kemampuan serta membangun jaringan antarkomunitas.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut. Kami yakin dengan kebersamaan dan kreativitas, tenis di Parigi Moutong bisa semakin berkembang dan memiliki lebih banyak ruang untuk melahirkan prestasi,” ujar Agustam.
APT Tournament Cup Vol. 2 sekaligus menjadi gambaran tingginya antusiasme terhadap olahraga tenis di Parigi Moutong. Keikutsertaan puluhan pasangan dalam dua nomor pertandingan menunjukkan adanya potensi komunitas yang dapat terus dikembangkan melalui kompetisi yang berkelanjutan.
Bagi APT Collaboration, turnamen ini bukan sekadar tentang siapa yang berdiri di podium. Setiap pertandingan menjadi bagian dari proses membangun pengalaman, sportivitas dan semangat berkompetisi bagi para pemain.
Dengan berakhirnya turnamen, APT Collaboration berharap semangat tersebut tidak berhenti di lapangan pertandingan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan bersama untuk memajukan tenis di Parigi Moutong.








