Soalparigi.id — Kenaikan harga karcis pertandingan Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Berani Parigi Moutongpada babak delapan besar menuai sorotan dan cibiran dari masyarakat. Harga tiket yang sebelumnya Rp10.000 naik menjadi Rp20.000 dinilai terlalu drastis dan berdampak pada menurunnya jumlah penonton di stadion.
Turnamen yang digagas sebagai ajang pencarian bibit pesepak bola lokal sekaligus hiburan masyarakat ini justru mengalami penurunan antusiasme penonton sejak diberlakukannya kenaikan harga karcis tersebut. Sejumlah warga menilai kebijakan itu tidak sejalan dengan semangat menghadirkan tontonan rakyat yang terjangkau.
“Terlalu tinggi juga, kemarin sistem gugur 16 besar masih 10ribu ini tiba tiba naik 20ribu dua kali lipat,” tutur salah satu penonton di tribun lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Berani Parigi Moutong, Andi Hamzah, menjelaskan bahwa kenaikan harga karcis dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan sistem pertandingan yang digunakan.
“Ya begini, naiknya harga karcis itu bukan mengenai tentang apa. Kita juga melihat situasi dalam keadaan sekarang ini. Pergerakan naiknya harga karcis ini harus disesuaikan karena sistem yang dipakai adalah sistem gugur, bukan kompetisi,” ujar Andi Hamzah saat diwawancarai, Senin (09/02/26).
Ia menjelaskan, sistem gugur membuat pelaksanaan turnamen berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, sekitar satu bulan lebih, sehingga membutuhkan pengelolaan biaya yang berbeda dibandingkan kompetisi jangka panjang.
“Ini kan sistem gugur, waktunya cepat, cuma satu bulan saja targetnya. Beda kalau kompetisi, mungkin karcis bisa diimbangi. Pengeluaran juga tidak perlu kita ungkapkan semua. Yang penting bagaimana pertandingan ini bisa kita amankan dan sukseskan,” tambahnya.
Saat ditanya apakah penurunan jumlah penonton menjadi bahan evaluasi panitia, Andi Hamzah mengakui hal tersebut.
“Iya, akibat itu,” katanya singkat.
Turnamen Gubernur Cup Berani Parigi Moutong tahun 2026 sendiri diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet sepak bola lokal serta sarana hiburan bagi masyarakat. Namun, kebijakan kenaikan harga karcis ini dinilai perlu dievaluasi agar tujuan utama kegiatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur tersebut tetap tercapai dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.






