Soalparigi.ID – Tim Silat Militer Polda Sulawesi Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Kejuaraan Silat Militer Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira kategori TNI–Polri, tim Polda Sulteng tampil gemilang dengan memborong tiga medali emas dan dua medali perak, sekaligus mengharumkan nama daerah Sulawesi Tengah di kancah olahraga bela diri nasional.
Kejuaraan yang berlangsung di Gelora Bumi Kaktus, Kota Palu, tersebut mencapai puncaknya pada laga final yang digelar Sabtu (7/2/2026). Pada pertandingan penentuan itu, para atlet Polda Sulteng menunjukkan performa solid, penuh determinasi, dan mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta dari sejumlah satuan TNI dan Polri, antara lain perwakilan Kodam Sulawesi Selatan, Bali, Polda Metro Jaya DKI Jakarta, Polda Sulawesi Tenggara, Polda Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, hingga Sulawesi Barat. Persaingan ketat pun tidak terelakkan sejak babak awal hingga partai final.
Di tengah kompetisi yang berlangsung sengit, atlet-atlet Polda Sulteng mampu tampil percaya diri dan konsisten. Moh. Yudi yang merupakan anggota Kompi 1 Yon C Pelopor tampil impresif dan berhasil meraih medali emas pada kelas B Putra. Keberhasilannya menjadi pembuka torehan emas bagi kontingen Polda Sulteng dalam kejuaraan tersebut.
Medali emas kedua disumbangkan oleh Moh. Asier, personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng, yang turun pada kelas D Putra. Dengan teknik yang matang dan mental bertanding yang kuat, ia mampu menundukkan lawan-lawannya hingga keluar sebagai juara.
Prestasi Polda Sulteng semakin lengkap setelah Moh. Sucipto, personel SPN Polda Sulteng, sukses meraih medali emas pada kategori Seni Tunggal. Penampilannya yang dinilai presisi, penuh penghayatan, serta sesuai pakem pencak silat berhasil memikat dewan juri dan memastikan satu emas tambahan bagi tim.
Selain tiga medali emas, Polda Sulteng juga membawa pulang dua medali perak. Medali perak pertama diraih oleh Abd. Mas’ud, personel Satbrimob Polda Sulteng, yang berlaga di kelas E Putra. Meski belum berhasil meraih emas, penampilannya dinilai kompetitif dan memberikan perlawanan sengit di partai final.
Medali perak lainnya disumbangkan oleh Moh. Mahadani Aprilio, anggota Kompi III Yon A Pelopor Satbrimob Polda Sulteng, yang bertanding di kelas F Putra. Raihan tersebut melengkapi total lima medali yang berhasil dikoleksi tim Polda Sulteng pada kejuaraan silat militer tingkat nasional tersebut.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran official tim, Ipda Stephnus Anando, yang sehari-hari menjabat sebagai Kanit Riksa 1 Subbid Provos Polda Sulteng, serta pelatih tim, Moh. Fadil, yang merupakan personel Ditreskrimsus Polda Sulteng. Keduanya berperan penting dalam membina, mendampingi, dan memotivasi para atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan.
Dengan kepemimpinan dan kedisiplinan yang diterapkan selama pemusatan latihan, Ipda Stephnus Anando bersama pelatih Moh. Fadil mampu mengawal para atlet agar tetap fokus dan tampil maksimal di setiap laga. Pendampingan yang intensif dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan tim dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, turut menyampaikan apresiasi atas capaian gemilang tersebut. Ia menyebut prestasi yang diraih tim silat militer Polda Sulteng sebagai kebanggaan bagi institusi sekaligus masyarakat Sulawesi Tengah.
Menurutnya, keberhasilan meraih tiga medali emas dan dua medali perak merupakan hasil dari latihan yang disiplin, semangat juang yang tinggi, serta kerja sama tim yang solid. Ia menilai para atlet telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dalam mengharumkan nama Polda Sulteng di tingkat nasional.
Kombes Pol Djoko Wienartono juga menegaskan bahwa prestasi tersebut membuktikan personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga, khususnya cabang bela diri pencak silat yang sarat dengan nilai disiplin, sportivitas, dan mental juara.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata pembinaan personel yang berkelanjutan di lingkungan Polda Sulteng. Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teknis kepolisian, tetapi juga pengembangan kemampuan fisik dan mental melalui kegiatan olahraga.
Ia berharap prestasi yang diraih tim silat militer Polda Sulteng dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi di berbagai bidang. Menurutnya, keberhasilan di ajang olahraga nasional turut membawa dampak positif terhadap citra institusi Polri di mata masyarakat.
Dengan hasil tersebut, Polda Sulteng optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya, baik di tingkat regional maupun nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet Polri di Sulawesi Tengah untuk terus berlatih, berjuang, dan mengharumkan nama daerah serta institusi di berbagai ajang kompetisi.






