Soalparigi.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dinilai memiliki peluang besar untuk melangkah ke panggung nasional seiring keberhasilan program beasiswa gratis BERANI Cerdas yang digagas dan dijalankannya. Program tersebut dianggap tidak hanya berdampak langsung bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah, tetapi juga memperkuat citra Anwar Hafid sebagai figur pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor pendidikan.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza. Ia menilai Anwar Hafid memiliki kapasitas, rekam jejak, serta konsistensi kebijakan yang menjadikannya layak dipertimbangkan untuk mengisi jabatan strategis di tingkat nasional, khususnya di sektor pendidikan. Menurut Efriza, keberhasilan BERANI Cerdas menjadi bukti konkret kepemimpinan yang berorientasi pada pembangunan manusia.
Efriza bahkan menilai Anwar Hafid pantas disebut sebagai Bapak Pendidikan Sulawesi Tengah. Predikat tersebut, menurutnya, bukan sekadar simbolik, melainkan lahir dari kebijakan nyata yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan keluarga kurang mampu yang kini memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan tinggi.
Program BERANI Cerdas yang memberikan beasiswa gratis kepada puluhan ribu mahasiswa dinilai sebagai terobosan penting dalam menjawab persoalan klasik pendidikan, yakni keterbatasan akses akibat faktor ekonomi. Dalam konteks ini, Efriza melihat Anwar Hafid mampu menerjemahkan visi pembangunan pendidikan ke dalam kebijakan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Menurut Efriza, keberhasilan tersebut seharusnya menjadi perhatian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk mulai memetakan dan menyiapkan kader-kader potensial yang memiliki rekam jejak kuat di daerah. Dalam peta tersebut, nama Anwar Hafid dinilai telah memenuhi berbagai kriteria sebagai figur strategis yang dapat diusung ke level nasional.
Ia menilai Partai Demokrat perlu membaca peluang politik dengan cermat, terutama dalam menempatkan kader yang memiliki prestasi nyata dan diterima publik. Dalam pandangannya, keberhasilan memimpin daerah dengan kebijakan progresif menjadi salah satu modal penting untuk bersaing di tingkat nasional.
“Dengan kesuksesannya ini, khususnya melalui program BERANI Cerdas, bukan tidak mungkin Partai Demokrat mengajukan Anwar Hafid atau bahkan pemerintah pusat melihat bahwa sosok Anwar sangat dibutuhkan untuk memajukan sektor pendidikan dan berpeluang menjadi Menteri Pendidikan,” ujar Efriza, Sabtu (7/2/2026).
Selain berpeluang mengisi posisi Menteri Pendidikan, Efriza juga menilai Anwar Hafid memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri. Penilaian tersebut didasarkan pada latar belakang Anwar Hafid sebagai lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta pengalaman panjangnya di dunia birokrasi dan pemerintahan.
Rekam jejak Anwar Hafid dinilai lengkap, mulai dari pengalaman sebagai kepala daerah tingkat kabupaten saat menjabat Bupati Morowali hingga memimpin Provinsi Sulawesi Tengah sebagai gubernur. Pengalaman tersebut, menurut Efriza, memberikan pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan daerah dan dinamika hubungan pusat-daerah.
Efriza menilai sensitivitas Anwar Hafid terhadap isu-isu strategis, khususnya pendidikan, menjadi nilai tambah dalam membangun kepemimpinan nasional yang progresif. Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia yang semakin kompleks, figur pemimpin dengan perhatian serius pada pendidikan dinilai sangat dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Anwar Hafid masih dikenal sebagai aktor politik yang konsisten memperjuangkan sektor pendidikan. Konsistensi tersebut dinilai membentuk citra positif atau personal branding yang kuat, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga berpotensi dikenal secara luas di tingkat nasional.
“Yang terpenting, Anwar Hafid masih menjadi aktor politik yang sangat memperhatikan sektor pendidikan. Ini menjadi branding positif yang bisa menguatkan posisinya di kancah politik nasional ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Efriza menilai keberhasilan program BERANI Cerdas tidak dapat dilepaskan dari angka penerima manfaat yang signifikan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 23.568 mahasiswa telah menerima beasiswa melalui program tersebut. Angka ini dinilai menjadi indikator nyata dari kebijakan pendidikan yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Menurutnya, capaian tersebut berpotensi membentuk persepsi publik bahwa kualitas pendidikan suatu daerah sangat ditentukan oleh komitmen pemimpinnya. Dalam hal ini, Anwar Hafid dinilai berhasil menghadirkan contoh konkret bagaimana kebijakan pendidikan dapat menjadi instrumen utama dalam pembangunan daerah.
Efriza menilai persepsi publik tersebut dapat menjadi modal politik yang kuat bagi Anwar Hafid jika kelak melangkah ke panggung nasional. Keberhasilan di sektor pendidikan dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat, terutama generasi muda.
“Ini bisa memicu persepsi publik bahwa jika kualitas pendidikan sebuah daerah ingin maju, maka harus memiliki pemimpin seperti Anwar Hafid,” pungkasnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, program BERANI Cerdas tidak hanya dipandang sebagai kebijakan daerah semata, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi Anwar Hafid untuk memperluas pengabdian di tingkat nasional. Keberhasilan membangun pendidikan di Sulawesi Tengah dinilai dapat menjadi referensi penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan.






