Soalparigi.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penguatan masyarakat meski kemitraan bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Kabupaten Parigi Moutong telah berakhir. Komitmen tersebut dinilai penting agar berbagai capaian yang telah dibangun selama masa pendampingan tetap memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, saat menutup rangkaian Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Wahana Visi Indonesia di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (25/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Wahana Visi Indonesia beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta pemenuhan hak perempuan dan anak.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Perempuan dan anak merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dan diberdayakan. Berbagai program yang telah dilaksanakan menjadi investasi penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Erwin Burase.
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perlindungan kelompok rentan dan penguatan institusi keluarga.
Karena itu, berbagai praktik baik yang telah diterapkan selama pelaksanaan program diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.
Bupati menegaskan bahwa berakhirnya program kerja bersama Wahana Visi Indonesia bukan berarti berakhir pula komitmen untuk memperjuangkan perlindungan anak dan pemberdayaan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah daerah akan berupaya memastikan program-program yang telah berjalan dapat terus berlanjut melalui kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, lembaga keagamaan, hingga masyarakat itu sendiri.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi Wahana Visi Indonesia dalam mendampingi masyarakat selama pelaksanaan program di berbagai bidang. Kehadiran organisasi tersebut dinilai telah membantu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah bagi perempuan dan anak.
Kemitraan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kerja sama baru yang tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan manusia secara berkelanjutan.
Selain menitikberatkan pada perlindungan anak, berbagai program yang telah dilaksanakan juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak anak, serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan agenda pembangunan daerah yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Kegiatan penutupan program dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta perwakilan Wahana Visi Indonesia. Sebagian peserta juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap sinergi yang telah terbangun selama masa kemitraan dapat menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Dengan melanjutkan berbagai praktik baik yang telah dijalankan, perlindungan terhadap perempuan dan anak serta pemberdayaan masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.






