Soalparigi.ID – Sebanyak 80 warga dari delapan kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Berani Harmoni 2026 untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
Pelatihan tersebut dibuka di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (21/7/2026), dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga Jumat (24/7/2026).
Peserta berasal dari Kecamatan Parigi, Parigi Tengah, Parigi Selatan, Parigi Barat, Parigi Utara, Ampibabo, Tomini, dan Sidoan.
Sambutan Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase yang dibacakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit Dewana, menyebut pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah.
Menurutnya, Program Berani Harmoni tidak hanya mendorong masyarakat untuk memulai usaha, tetapi juga membekali calon pelaku usaha dengan pengetahuan dan pendampingan agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Berani Harmoni, sebuah gerakan besar yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Kami sangat bangga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan wirausaha baru yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi mampu menyelaraskan potensi lokal dengan perkembangan pasar modern,” ujar Fit saat membacakan sambutan Bupati.
Ia mengatakan, tantangan utama bagi calon pelaku usaha bukan hanya keberanian memulai bisnis, tetapi juga kemampuan membaca peluang, menciptakan produk yang sesuai kebutuhan pasar, serta mengelola usaha secara profesional.
Karena itu, peserta didorong untuk tidak sekadar mengandalkan potensi komoditas lokal, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.
Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat keluar dari pola pikir sebagai pencari kerja dan mulai membangun usaha yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.
“Melalui wadah Berani Harmoni ini, kita ingin mengubah tantangan menjadi peluang serta mencetak pencipta lapangan kerja baru yang tangguh di setiap kecamatan,” kata Fit.
Ia meminta para peserta memanfaatkan seluruh rangkaian pelatihan untuk memperluas pengetahuan dan membangun jejaring usaha.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, gali ilmu dari para instruktur, dan bangun jejaring usaha. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung tumbuh kembang wirausaha agar berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Fungsional Pengembang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Lily, menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan mendukung prioritas pembangunan daerah melalui edukasi dan peningkatan kapasitas calon wirausaha.
Peserta tidak hanya diberikan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, tetapi juga diarahkan agar mampu menyusun konsep bisnis yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Materi pelatihan mencakup orientasi program, pola pikir kewirausahaan, inovasi, riset pasar, perancangan produk, Business Model Canvas, pemasaran digital, manajemen keuangan, hingga penyusunan rencana bisnis.
Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi WUB atau Berani Startup sebagai salah satu sarana pendukung dalam pengembangan usaha.
Dalam prosesnya, peserta mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli Program WUB, praktisi kewirausahaan, akademisi, serta konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu.
Metode pembelajaran dirancang dengan menggabungkan penyampaian teori, diskusi interaktif, dan praktik langsung agar peserta dapat menghubungkan materi dengan rencana usaha yang akan dikembangkan.
Pelatihan dibagi dalam dua kelas. Kelas A berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, sedangkan Kelas B digelar di Aula Kantor Bappelitbangda.
Keterlibatan peserta dari sejumlah kecamatan dinilai penting karena pengembangan kewirausahaan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan.
Dengan mendorong munculnya pelaku usaha baru di tingkat kecamatan, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih merata dan potensi lokal di setiap wilayah dapat dikembangkan secara optimal.
Pelatihan ini juga diharapkan menjadi tahap awal bagi peserta untuk membangun usaha yang memiliki legalitas, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta akses terhadap peluang pengembangan usaha.
Dukungan terhadap wirausaha baru menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan memperluas kesempatan kerja.
Melalui Program Berani Harmoni, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berupaya membangun pola pembinaan kewirausahaan yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku usaha.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha nyata.
Dengan bekal pemahaman mengenai inovasi, pemasaran, perencanaan bisnis, dan pengelolaan keuangan, 80 peserta diharapkan mampu menjadi wirausaha baru yang mandiri, adaptif, dan mampu memanfaatkan potensi daerah untuk menciptakan nilai ekonomi serta lapangan kerja di Kabupaten Parigi Moutong.








