Peresmian SPPG di Donggala, Hidayat Pakamundi: Gizi sebagai Fondasi Generasi Berkualitas

Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Pakamundi, S.E., (kiri seragam putih kerah biru)

Soalparigi.id — Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dimulai dari pendidikan, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini. Pesan tersebut mengemuka dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Jumat (2/10/2026).

Peresmian SPPG tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program secara serentak di 16 provinsi wilayah Indonesia Timur, termasuk wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Pakamundi, S.E., yang menghadiri kegiatan tersebut, menilai keberadaan SPPG di daerah memiliki arti penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Menurut Hidayat, pemenuhan gizi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, keberadaan layanan pemenuhan gizi di tingkat daerah diharapkan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Pemenuhan gizi merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, kami berharap keberadaan SPPG dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah yang membutuhkan,” ujar Hidayat.

Ia berharap SPPG yang telah diresmikan dapat menjalankan pelayanan secara optimal dan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan program tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan seluruh unsur yang berada di daerah.

Kegiatan peresmian berlangsung di halaman Dapur SPPG Kabupaten Donggala dan dihadiri Direktur Wilayah III Penyedia dan Penyaluran Badan Gizi Nasional Rianto, S.P., M.A.P., Bupati Donggala yang diwakili Asisten III Drs. Isnadi, M.A.P., Wakil Ketua Komisi I DPRD Donggala Jinurain, S.Pd., M.A.P., unsur Muspika Kecamatan Sindue, serta masyarakat.

Hidayat menilai program pemenuhan gizi membutuhkan pola kerja bersama. Pemerintah pusat dan daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan pelayanan dapat berjalan efektif.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat sangat penting agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik,” kata Hidayat.

Ia juga berharap kehadiran SPPG dapat menjadi salah satu instrumen dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di daerah. Dengan pelayanan yang tepat sasaran, program pemenuhan gizi diharapkan mampu memberikan dampak terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

Peresmian SPPG di Desa Dalaka sekaligus menandai perluasan pelayanan pemenuhan gizi di wilayah Kabupaten Donggala. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk membangun generasi yang lebih sehat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *