Kembali ke Ruang Pemuda, Rachmat Syah Dukung Talenta Muda dari Desa

Rachmat syah bersama masyarakat deda uevolo, kecamatan siniu, parigi moutong

Soalparigi.id – Perhatian terhadap generasi muda bukan sekadar tentang seberapa sering seseorang datang, melainkan tentang bagaimana dukungan terus diberikan agar potensi mereka tumbuh dan berkembang. Semangat itulah yang terus ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rachmat Syah, SH., MM., yang berulang kali hadir di tengah ruang-ruang aktivitas pemuda, termasuk di desa-desa.

Konsistensi tersebut kembali terlihat di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, (22/10/26). Kali ini, Rachmat menyerahkan perlengkapan tanding bagi para pemuda setempat sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas dan pengembangan talenta generasi muda di wilayah pedesaan.

Bagi Rachmat, desa bukanlah batas bagi lahirnya prestasi. Di balik kesederhanaan lingkungan dan keterbatasan fasilitas, terdapat anak-anak muda dengan kemampuan, semangat, serta tekad besar untuk berkembang. Potensi itu, menurutnya, perlu mendapatkan perhatian dan dukungan agar tidak berhenti sebagai bakat yang terpendam.

Penyerahan perlengkapan tanding tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemuda agar semakin bersemangat menjalani aktivitas, meningkatkan kemampuan, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaik mereka.

“Saya selalu percaya bahwa talenta muda di desa memiliki potensi yang luar biasa. Jangan pernah menganggap bahwa anak-anak muda yang tumbuh di desa memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk berprestasi. Dengan dukungan, kesempatan, dan kemauan untuk terus berlatih, mereka juga bisa mencapai hal-hal besar,” ujar Rachmat Syah.

Ia menegaskan bahwa bukan hal yang mustahil bagi talenta yang tumbuh dari desa untuk menembus tingkat nasional. Sebab, banyak orang yang kini dikenal luas karena kemampuan dan prestasinya berawal dari lingkungan desa, dengan segala dinamika dan keterbatasan yang pernah mereka hadapi.

“Bukan hal yang mustahil, berbagai talenta yang dikenal di tingkat nasional juga lahir dan ditempa dari desa. Mereka memulai perjalanan dari lingkungan yang sederhana, berproses, berlatih, dan terus mengembangkan kemampuan. Karena itu, jangan sampai potensi anak-anak muda di desa luput dari perhatian kita,” katanya.

Menurut Rachmat, dukungan terhadap generasi muda tidak boleh berhenti pada satu kegiatan atau momentum tertentu. Perlu ada kepedulian yang berkelanjutan, termasuk dengan mendengarkan kebutuhan mereka dan mendorong tersedianya fasilitas yang menunjang kegiatan positif kepemudaan.

Baginya, setiap desa memiliki potensi dan karakter generasi muda yang berbeda. Tugas bersama adalah memastikan potensi tersebut mendapatkan ruang untuk berkembang. Dukungan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan mereka pun dapat menjadi penyemangat untuk terus berproses dan berani mengejar prestasi.

Kehadiran Rachmat yang kembali menyapa ruang aktivitas pemuda di Desa Uevolo juga membawa pesan bahwa perhatian terhadap generasi muda harus menjangkau hingga ke tingkat desa. Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berbicara tentang mereka yang telah memiliki nama, tetapi juga tentang anak-anak muda yang sedang merintis perjalanan dan membutuhkan kesempatan.

Ia berharap perlengkapan tanding yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik serta menambah motivasi para pemuda untuk terus berlatih, menjaga disiplin, membangun kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Dari Desa Uevolo, dukungan itu menjadi pengingat bahwa talenta besar tidak selalu lahir dari kota atau fasilitas yang serba lengkap. Desa pun menyimpan potensi yang patut diperhitungkan.

Bagi Rachmat Syah, kembali ke tengah pemuda bukan sekadar mengulang kunjungan, melainkan menjaga komitmen bahwa generasi muda desa layak mendapat perhatian, kesempatan, dan dukungan untuk tumbuh menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah, bahkan berprestasi di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *