soalparigi.id – Upaya mendorong pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui pembahasan kebijakan di gedung legislatif. Bagi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rachmatsyah Tawainella, S.H., M.M., kerja-kerja wakil rakyat juga perlu diwujudkan melalui komunikasi langsung dengan pemerintah daerah, termasuk memastikan persoalan dan kebutuhan masyarakat di sektor pertanian mendapat perhatian.
Melalui penugasan dinas dari DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rachmatsyah melaksanakan koordinasi dan komunikasi dalam daerah di Kabupaten Parigi Moutong selama tiga hari. Kegiatan tersebut berkaitan dengan tugasnya sebagai anggota Komisi II DPRD Sulteng yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Dalam agenda tersebut, Rachmatsyah dijamu langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Parigi Moutong, di gedung dinas pertanian, Selasa (20/10/26). Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi antara unsur legislatif provinsi dan perangkat daerah kabupaten dalam melihat kebutuhan pembangunan, khususnya sektor pertanian yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Parigi Moutong.
Bagi daerah yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis pertanian, koordinasi lintas pemerintahan menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong pembangunan yang lebih terarah. Berbagai kebutuhan petani, mulai dari dukungan sarana produksi, peningkatan produktivitas, hingga penguatan pemasaran hasil pertanian, memerlukan perhatian dan komunikasi berkelanjutan antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Rachmatsyah menilai, pembangunan sektor pertanian perlu ditempatkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar peningkatan produksi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dapat dirasakan langsung oleh petani dan keluarga mereka.
“Pertanian merupakan salah satu sektor penting bagi masyarakat Parigi Moutong. Karena itu, komunikasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi perlu terus diperkuat agar kebutuhan petani dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program dan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran anggota DPRD tidak berhenti pada pembahasan anggaran maupun pembentukan peraturan daerah. Wakil rakyat juga memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan, mendengarkan kondisi di lapangan, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Menurut Rachmatsyah, setiap program pembangunan perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan begitu, dukungan pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap produktivitas, pendapatan, dan keberlanjutan usaha masyarakat.
“Yang kita harapkan, setiap kebijakan dan program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Petani harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, karena peningkatan kesejahteraan mereka juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Sulteng, Rachmatsyah memandang koordinasi dengan perangkat daerah sebagai salah satu langkah untuk memperkuat hubungan kerja antara legislatif dan pemerintah daerah. Komunikasi tersebut diharapkan dapat membantu menyelaraskan kebutuhan pembangunan di tingkat kabupaten dengan arah kebijakan pemerintah provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam menyampaikan persoalan di lapangan. Masukan dari perangkat daerah dan masyarakat diperlukan agar pembahasan program pembangunan memiliki dasar yang lebih kuat serta mempertimbangkan kondisi riil yang dihadapi petani.
Melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi dalam daerah ini, Rachmatsyah berupaya menjalankan fungsi representasi sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Parigi Moutong. Kedekatan dengan daerah pemilihan, menurutnya, perlu dijaga melalui komunikasi yang berkesinambungan, sehingga aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan perhatian dalam pelaksanaan tugas legislatif.
Ia berharap sinergi antara DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendorong sektor-sektor produktif yang menopang kehidupan masyarakat.
“Pembangunan yang baik harus dimulai dari mendengarkan kebutuhan masyarakat. Kita perlu bekerja bersama, saling berkoordinasi, dan memastikan setiap peluang pembangunan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Parigi Moutong,” tutupnya.








