Santri di Morowali Sampaikan Aspirasi Pendidikan, Gubernur Sulteng Siapkan Program 1.000 Dokter

/ Foto : Adpim Pemprov Sulteng

Soalparigi.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., berdialog langsung dengan santri dan guru Madrasah Aliyah dan MTs Alkhairaat di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Kamis (22/10/2026). Dalam dialog pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 itu, para santri menyampaikan aspirasi mengenai kesempatan kerja, akses pendidikan kedokteran, serta dukungan pemerintah bagi madrasah dan tenaga pendidik.

Dialog tersebut berlangsung dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Anwar mengatakan, kehadirannya tidak hanya untuk mengikuti kegiatan seremonial, tetapi juga mendengarkan langsung kebutuhan dan harapan para santri, guru, serta pengelola madrasah.

“Saya sengaja datang ke sini bukan hanya untuk mengikuti kegiatan yang formal. Saya ingin mendengarkan langsung apa harapan para santri dan guru terhadap pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Apa yang menjadi kebutuhan dan harapan adik-adik semua, silakan disampaikan,” ujar Anwar.

Dalam dialog itu, siswa kelas XII MTs Alkhairaat, Moh. Rahyan, mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam membuka lapangan kerja bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan industri di Morowali.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anwar menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong penyiapan sumber daya manusia agar masyarakat lokal dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah membangun tempat pelatihan kerja dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK).

Ia menekankan pentingnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Meski demikian, Anwar mengingatkan para siswa agar tetap mengutamakan pendidikan dan tidak terburu-buru meninggalkan bangku sekolah demi segera bekerja.

“Adik-adik jangan dulu berpikir hanya tentang pekerjaan. Teruslah belajar dan kalau bisa lanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi. Pendidikan dan keterampilan akan menjadi bekal untuk menghadapi masa depan,” pesannya.

Selain persoalan lapangan kerja, siswi kelas XII Madrasah Aliyah Alkhairaat Wosu, Novinur Tania, menyampaikan cita-citanya menjadi dokter. Ia meminta arahan dan dukungan pemerintah melalui program Berani Cerdas agar dapat melanjutkan pendidikan kedokteran dan kelak mengabdi kepada masyarakat.

Menjawab aspirasi tersebut, Anwar menyampaikan rencana pemerintah untuk mengembangkan program 1.000 dokter pada 2027. Program itu diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

“Kalau memang bercita-cita menjadi dokter, teruslah belajar dan persiapkan diri dari sekarang. Jangan menyerah sebelum mencoba. Pemerintah ingin anak-anak Sulawesi Tengah punya kesempatan untuk meraih cita-citanya dan nantinya kembali mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Aspirasi juga disampaikan pihak madrasah. Kepala Madrasah, Amin Koyo, S.Pd.I., berharap bantuan pendidikan yang selama ini dirasakan siswa sekolah umum dapat menjangkau madrasah. Ia turut menyampaikan kebutuhan rehabilitasi bangunan sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.

Sementara itu, guru sekaligus pembina santri, Izzat Nursaini, berharap para pendidik madrasah memperoleh perhatian dan dukungan yang memadai, termasuk dalam pengembangan kapasitas serta pendidikan bagi guru dan pembina santri.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anwar menyampaikan bahwa mulai tahun depan pemerintah menargetkan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah dapat menjangkau sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Ia juga menyebut Madrasah Aliyah telah memperoleh akses terhadap program Berani Cerdas.

Dukungan tersebut diharapkan memperluas akses bantuan pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh peserta didik, termasuk para santri di madrasah.

Di hadapan para siswa, Anwar turut membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya. Ia mengingatkan bahwa pendidikan merupakan modal penting untuk mengubah kehidupan dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

“Pendidikan adalah modal utama untuk mengubah kehidupan. Jangan pernah merasa bahwa keadaan kita hari ini menentukan masa depan kita. Terus belajar, bekerja keras, dan percaya bahwa dengan usaha serta doa, kita bisa meraih apa yang dicita-citakan,” pesannya.

Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi para santri dan guru untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Berbagai persoalan yang disampaikan mencakup kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja, kesempatan melanjutkan pendidikan, pemerataan bantuan bagi madrasah, hingga dukungan terhadap tenaga pendidik.

Aspirasi itu menjadi bagian dari masukan bagi pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *