Soalparigi.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong resmi membuka Sayembara Lomba Desain Motif Budaya Tahun 2025 dengan tema “Menggali Warisan Motif Budaya Lokal dalam Ragam Warna Persatuan.” Lomba ini bertujuan menggali kekayaan budaya lima suku asli—Kaili, Tajio, Lauje, Bolano, dan Tialo—serta memberikan ruang kreativitas bagi desainer lokal.
Kabid Hasil Hutan dan Kerajinan Disperindag yang juga Sekretaris Dekranasda, Narjan Djibran, menjelaskan bahwa sayembara ini terbuka untuk umum, baik individu maupun tim maksimal tiga orang, tanpa biaya pendaftaran. Peserta dapat mengirim maksimal dua karya desain berformat JPG/JPEG/PNG resolusi minimal 300 dpi ukuran A3, disertai narasi filosofi maksimal 250 kata. Berkas pendaftaran diserahkan kepada panitia atas nama Surkati di kantor Disperindag Parigi Moutong.
Batas pengumpulan karya ditetapkan hingga 13 Desember 2025 pukul 16.00 WITA. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung Mohammad Rizal Slamet di nomor 0853-9463-8884 pada jam kerja.
Panitia akan menyeleksi enam finalis untuk presentasi langsung di hadapan dewan juri pada 14–16 Desember 2025, dan pemenang diumumkan pada 17 Desember 2025. Penilaian mencakup orisinalitas, kesesuaian tema, estetika, dan relevansi budaya. Total hadiah sebesar Rp16.500.000 disiapkan untuk enam kategori pemenang, lengkap dengan piala dan piagam. Pajak hadiah ditanggung pemenang.
Motif terbaik akan menjadi hak milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan dapat digunakan tanpa royalti. Narjan berharap sayembara ini menghasilkan motif yang kuat secara identitas dan aplikatif pada berbagai media dua maupun tiga dimensi.






