Soalparigi.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (11/6/2026), memicu banjir di Dusun IV, Desa Bosagon Jaya. Luapan Sungai Bosagon Jaya menggenangi sedikitnya enam rumah warga, merusak tanggul sungai, serta berdampak pada lahan perkebunan kakao milik masyarakat.
Bencana terjadi sekitar pukul 16.00 WITA setelah intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Bosagon Jaya meningkat secara signifikan. Air yang meluap kemudian masuk ke kawasan permukiman dan merendam rumah-rumah warga yang berada di sekitar aliran sungai.
Data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat sebanyak enam kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berat pada bangunan rumah, banjir sempat mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Selain merendam permukiman, derasnya arus air juga menyebabkan tanggul sungai di Dusun IV jebol. Kerusakan infrastruktur pengendali banjir itu menjadi perhatian utama karena berpotensi meningkatkan risiko banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Jebolnya tanggul membuat kawasan permukiman di sekitar bantaran sungai semakin rentan terhadap luapan air. Kondisi tersebut juga dapat mempercepat terjadinya erosi di sepanjang aliran sungai jika tidak segera dilakukan perbaikan.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian. Sektor perkebunan masyarakat juga terdampak setelah sekitar satu hektare lahan kakao tergenang air. Kerugian yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan oleh pemerintah setempat dan BPBD.
Bagi sebagian warga, perkebunan kakao merupakan salah satu sumber penghasilan utama. Karena itu, genangan yang terjadi dikhawatirkan dapat mempengaruhi produktivitas tanaman apabila kondisi lahan tidak segera pulih.
Setelah menerima laporan pada pukul 17.24 WITA, BPBD Kabupaten Parigi Moutong langsung melakukan koordinasi dengan aparat Desa Bosagon Jaya untuk memantau kondisi di lapangan. Pendataan terhadap warga terdampak dan kerusakan yang terjadi juga dilakukan guna memastikan kebutuhan penanganan pascabencana dapat segera diidentifikasi.
Masyarakat bersama aparat desa turut terlibat dalam penanganan awal di lokasi kejadian. Mereka melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan memastikan tidak ada warga yang membutuhkan evakuasi maupun pertolongan darurat.
Berdasarkan hasil asesmen awal, kebutuhan mendesak saat ini adalah perkuatan tanggul sungai yang mengalami kerusakan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi ancaman banjir berulang, terutama jika curah hujan kembali meningkat.
Selain perbaikan tanggul, pemasangan bronjong juga dibutuhkan untuk memperkuat bantaran sungai dan mencegah kerusakan yang lebih luas. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan gerusan arus air sekaligus melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian yang berada di sekitar sungai.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya kerentanan sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong terhadap bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam waktu singkat kerap menyebabkan peningkatan debit sungai dan berpotensi memicu banjir di kawasan yang berada di dataran rendah maupun dekat bantaran sungai.
Hingga Kamis petang, kondisi di Dusun IV Desa Bosagon Jaya dilaporkan telah berangsur normal. Hujan yang sebelumnya mengguyur wilayah tersebut telah reda dan genangan air di kawasan permukiman sudah surut.
Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan debit air, terutama saat hujan turun dalam durasi yang cukup lama.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat segera melakukan langkah penanganan terhadap tanggul yang jebol agar risiko bencana serupa dapat diminimalkan. Perbaikan infrastruktur pengendali banjir menjadi faktor penting untuk melindungi keselamatan warga sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Dengan tidak adanya korban jiwa dan banjir yang telah surut, situasi di Desa Bosagon Jaya saat ini relatif terkendali. Namun, kerusakan tanggul dan dampak terhadap lahan perkebunan menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani agar masyarakat tidak menghadapi risiko yang lebih besar ketika musim hujan kembali datang.






