Soalparigi.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (12/6/2026), mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa gazebo di kawasan Taman Tadulako, Dusun II, Desa Lombok. Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kejadian berlangsung sekitar pukul 06.10 WITA. Saat itu, tiga warga Desa Ogoalas sedang berteduh di dalam gazebo ketika hujan dan angin kencang melanda kawasan tersebut.
Tanpa diduga, sebuah pohon besar yang berada di sekitar lokasi roboh dan menimpa bangunan gazebo. Ketiga warga yang berada di bawah bangunan tersebut tidak sempat menyelamatkan diri sehingga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Akibat kejadian itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan dari warga yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Warga bersama aparat setempat segera melakukan upaya evakuasi terhadap para korban yang tertimpa material pohon dan bangunan gazebo yang rusak akibat benturan.
Setelah proses evakuasi dilakukan, korban luka-luka kemudian dilarikan ke RSUD Raja Tombolotutu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga laporan diterima BPBD, kedua korban masih menjalani pemeriksaan dan perawatan oleh tenaga kesehatan.
Selain menimbulkan korban jiwa, pohon tumbang juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum berupa gazebo yang berada di kawasan Taman Tadulako. Bangunan yang biasa digunakan masyarakat untuk beristirahat dan berteduh itu mengalami kerusakan akibat tertimpa batang dan ranting pohon.
Meski demikian, tidak terdapat laporan kerusakan pada rumah warga maupun lahan pertanian di sekitar lokasi kejadian. Dampak utama bencana terfokus pada korban manusia dan kerusakan fasilitas umum.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong menyebutkan bahwa cuaca buruk yang terjadi sejak pagi menjadi faktor utama penyebab tumbangnya pohon. Hujan yang disertai hembusan angin kencang meningkatkan risiko pohon tua atau pohon dengan kondisi akar yang lemah roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko bencana, terutama terhadap pohon-pohon besar yang berada di kawasan publik dan sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Pemeriksaan kondisi pohon secara berkala dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Usai menerima laporan kejadian, BPBD Kabupaten Parigi Moutong segera berkoordinasi dengan aparat desa untuk melakukan penanganan awal. Sejumlah unsur di lapangan turut terlibat dalam proses evakuasi dan pembersihan material pohon yang tumbang.
Selain masyarakat setempat, personel Babinsa dan anggota Polsek Tinombo ikut membantu proses penanganan di lokasi kejadian. Kerja sama lintas unsur tersebut mempercepat proses pembersihan material sehingga akses dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi dapat kembali normal.
Dalam penanganan awal, kebutuhan mendesak yang sempat diperlukan adalah alat pemotong kayu seperti chainsaw maupun parang untuk memotong batang dan ranting pohon yang menutupi area gazebo. Peralatan tersebut dibutuhkan agar proses evakuasi dan pembersihan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman.
Hingga Jumat siang, seluruh material pohon tumbang dilaporkan telah berhasil dibersihkan oleh masyarakat bersama aparat yang bertugas di lapangan. Kondisi lingkungan sekitar juga telah kembali normal dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga.
BPBD memastikan situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan terkendali. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat beraktivitas di bawah pohon besar atau berada di area terbuka ketika hujan disertai angin kencang.
Kejadian di Taman Tadulako menjadi salah satu peringatan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya berupa banjir dan longsor, tetapi juga ancaman pohon tumbang yang dapat menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, upaya mitigasi melalui pemangkasan dan pemeriksaan pohon-pohon berisiko di ruang publik perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.
Dengan satu korban meninggal dunia dan dua korban luka-luka, peristiwa ini menjadi tragedi yang menyisakan duka bagi keluarga korban. Di sisi lain, kejadian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang muncul saat cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong.






