Pemkab Parigi Moutong Buka 9 Layanan Kesehatan Gratis Selama Dua Hari, Khitan Massal hingga Cek Kesehatan Disiapkan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin / Foto: Riski

Soalparigi.ID – Masyarakat Kabupaten Parigi Moutong akan mendapatkan akses berbagai layanan kesehatan gratis selama dua hari melalui program “Sehat Bersama” yang digelar Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pada 17–18 Juni 2026. Sebanyak sembilan jenis pelayanan kesehatan disiapkan untuk menjangkau berbagai kebutuhan warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga khitanan massal.

Program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan pola hidup sehat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, mengatakan kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. Warga diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan maupun mengikuti layanan lain yang telah disediakan.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang selama ini mungkin belum sempat diakses secara rutin. Pemeriksaan kesehatan berkala dinilai penting untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Parigi Moutong dan sekitarnya untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disiapkan. Ini menjadi kesempatan bagi warga untuk memeriksa kondisi kesehatan secara gratis,” kata Darlin.

Beragam layanan kesehatan telah dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah cek kesehatan gratis yang memungkinkan warga mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan dasar dan konsultasi dengan tenaga medis.

Selain itu, kegiatan donor darah juga akan digelar bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dinas Kesehatan juga menyediakan pelayanan kesehatan bergerak atau mobile service yang memungkinkan jangkauan layanan menjadi lebih luas. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan secara cepat dan mudah.

Bagi kelompok remaja putri dan perempuan usia produktif, tersedia layanan pemberian tablet tambah darah atau Fe. Program ini bertujuan membantu mencegah anemia yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di berbagai daerah.

Tidak hanya layanan kesehatan konvensional, kegiatan ini juga menghadirkan pelayanan kesehatan tradisional berupa akupresur. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami pegal-pegal, kelelahan akibat aktivitas sehari-hari, maupun keluhan ringan pada otot dan persendian.

“Kalau ada masyarakat yang merasa capek atau mengalami keluhan pada otot dan persendian, tersedia layanan akupresur yang bisa dimanfaatkan,” ujar Darlin.

Inovasi lain yang turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah ATM Sehat. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat memantau kondisi kesehatan secara mandiri melalui fasilitas yang telah disiapkan oleh petugas kesehatan.

Sementara itu, salah satu layanan yang diperkirakan akan menarik minat masyarakat adalah khitanan massal. Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak di wilayah eks-Parigi dan disediakan secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, Dinas Kesehatan telah membagi lokasi pelayanan berdasarkan jenis layanan yang diberikan. Seluruh pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi, donor darah, dan layanan lainnya akan dipusatkan di kawasan Auditorium.

Sedangkan untuk pelaksanaan khitanan massal, panitia menyiapkan lokasi khusus di Indoor Lapangan Tenis yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan medis. Pemisahan lokasi tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta serta mempermudah pengaturan alur pelayanan.

Program yang juga mengusung semangat “Gas Sehat Bersama” atau Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain memberikan pelayanan langsung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Menurut Darlin, masih banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan setelah kondisi penyakit berkembang lebih lanjut. Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan gejala awal sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih efektif dan biaya penanganan menjadi lebih ringan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat. Upaya promotif dan preventif dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dinas Kesehatan juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin karena seluruh layanan diberikan secara gratis dan ditangani oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Dengan tersedianya berbagai layanan mulai dari cek kesehatan, donor darah, akupresur, pemberian tablet tambah darah hingga khitanan massal, program “Sehat Bersama” diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya hidup sehat di Kabupaten Parigi Moutong. Pada akhirnya, kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mendukung produktivitas dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *