Bupati Parigi Moutong Dorong Pemuda GKST Jadi Motor Pembangunan dan Penjaga Kerukunan

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase mengajak generasi muda Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah dengan mengedepankan integritas, kemandirian, serta semangat pelayanan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persekutuan Pemuda GKST yang diikuti perwakilan delapan klasis dari wilayah Parigi Selatan, Parigi Utara, dan Palu, di Gedung GKST Desa Sumber Tani, Kamis (16/7/2026).

Bupati menilai organisasi kepemudaan gereja memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus mencetak calon pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pemuda dari berbagai klasis tidak hanya menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan generasi muda.

“Semoga peringatan hari ulang tahun ini menjadi momentum yang berharga untuk semakin mempererat persaudaraan, memperkuat semangat pelayanan, serta meningkatkan kontribusi nyata pemuda gereja dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” ujar Erwin Burase.

Pada perayaan tahun ini, Persekutuan Pemuda GKST mengangkat tema “Pemuda GKST Siap Maju dalam Regenerasi, Hidup Mandiri dan Berkualitas.” Menurut Erwin, tema tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, di mana kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi perkembangan zaman.

Ia menjelaskan regenerasi tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kepengurusan dalam sebuah organisasi, melainkan proses mempersiapkan generasi penerus yang memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, wawasan luas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Selain itu, kemandirian juga menjadi aspek yang harus terus dibangun agar pemuda mampu menjadi pribadi yang produktif, kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan peluang yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan peran pemerintah. Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci dalam mendorong lahirnya inovasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus membuka ruang partisipasi bagi pemuda dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, olahraga, seni budaya, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni “Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan Melalui Gerbang Desa,” yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama.

Erwin berharap pemuda GKST mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Menurutnya, nilai-nilai kasih, toleransi, gotong royong, dan persatuan harus terus dipelihara sebagai fondasi menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat kehidupan bermasyarakat.

“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, dan siap menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Parigi Moutong yang aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Ia menambahkan, organisasi kepemudaan berbasis gereja memiliki peran penting dalam membentuk karakter anggotanya melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelayanan, dan pengembangan kapasitas.

Melalui proses tersebut diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan, integritas, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial maupun perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Bupati juga mengapresiasi panitia dan seluruh keluarga besar Persekutuan Pemuda GKST yang terus menjaga eksistensi organisasi selama puluhan tahun.

Menurutnya, usia organisasi yang telah mencapai 77 tahun menunjukkan konsistensi dalam membina generasi muda sekaligus memberikan kontribusi bagi kehidupan gereja dan masyarakat.

Ia berharap momentum peringatan HUT tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana memperkuat komitmen pemuda untuk terus meningkatkan kualitas diri serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi yang baik antara organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah, berbagai program pemberdayaan generasi muda diyakini dapat berjalan lebih efektif.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi di berbagai bidang, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Erwin Burase mengucapkan selamat ulang tahun ke-77 kepada Persekutuan Pemuda GKST.

Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan kader-kader muda yang berintegritas, berkualitas, serta siap memberikan kontribusi bagi gereja, masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Melalui penguatan karakter, semangat pelayanan, serta komitmen menjaga persatuan, generasi muda GKST diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Parigi Moutong yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.adap aspek hukum yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Pelantikan kepala desa antarwaktu dan pemberian penghargaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan kepemimpinan yang efektif serta kemampuan menyelesaikan persoalan melalui dialog, pemerintah berharap desa-desa di Kabupaten Parigi Moutong mampu menciptakan kondisi yang aman, kondusif, dan mendukung percepatan pembangunan.

Melalui pelantikan dua kepala desa antarwaktu dan apresiasi terhadap Desa Ogotion sebagai penerima penghargaan Non Litigation Peacemaker, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya membangun pemerintahan desa yang tidak hanya kuat dalam administrasi dan pembangunan, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan penyelesaian konflik yang damai, adil, dan berkeadilan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *