Soalparigi.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai melaksanakan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang masih kosong di lingkungan pemerintahan daerah. Seleksi tersebut dibuka langsung Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan itu diikuti 76 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah yang akan bersaing memperebutkan 19 jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Dari total peserta, sebanyak 70 orang berasal dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, sementara enam peserta lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Seleksi dilakukan melalui tahapan uji potensi, kompetensi manajerial, dan sosial struktural sebagai bagian dari proses penilaian kemampuan serta kelayakan peserta untuk menduduki jabatan strategis pemerintahan.
Dalam sambutannya, Erwin Burase menegaskan bahwa proses seleksi harus berjalan objektif, profesional, dan bebas intervensi agar menghasilkan pejabat yang benar-benar memiliki kompetensi dan kemampuan memimpin organisasi perangkat daerah.
Ia meminta tim seleksi menjalankan tugas secara independen sesuai prinsip asesmen kompetensi tanpa mempertimbangkan faktor di luar kemampuan peserta.
“Saya sudah menyampaikan berulang-ulang bahwa saya meminta kepada tim seleksi ini untuk menilai secara objektif, menguji kemampuan sebagaimana pengertian dari assessment, untuk menguji kemampuan dan kompetensi bapak ibu semua,” ujar Erwin.
Menurutnya, jabatan pimpinan tinggi memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pelayanan publik di daerah.
Karena itu, pejabat yang terpilih nantinya diharapkan tidak hanya mampu menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Bupati menekankan setiap organisasi perangkat daerah atau OPD harus memiliki program yang jelas dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.
“Setiap OPD tentunya harus mempunyai poin-poin atau program-program bagaimana kita bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya mulai dari desa dan sumber daya manusianya juga,” katanya.
Erwin menilai tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan pejabat yang memiliki kemampuan manajerial, integritas, serta visi pembangunan yang kuat.
Ia berharap seleksi terbuka tersebut dapat menjadi ruang lahirnya pejabat profesional yang mampu memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Parigi Moutong.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membangun birokrasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu bekerja secara cepat, efektif, serta transparan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan bebas pungutan liar.
Ia menegaskan seluruh peserta tidak dipungut biaya apa pun selama mengikuti proses seleksi terbuka JPT Pratama Tahun 2026.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Apabila terdapat oknum yang meminta uang atau pungutan dengan alasan terkait kegiatan ini, agar segera melaporkannya kepada kami,” tegas Zulfinasran.
Menurutnya, transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan seleksi agar proses pengisian jabatan berjalan bersih dan akuntabel.
Pemerintah daerah juga membuka ruang pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi guna memastikan tidak ada praktik yang mencederai proses asesmen kompetensi.
Adapun tim seleksi atau Timsel JPT Pratama Tahun 2026 terdiri dari unsur pemerintah provinsi dan akademisi.
Mereka antara lain Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Fahrudin, Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Tengah Sitti Asma Ul Husnasyah, akademisi Slamet Riadi, akademisi Aminuddin, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong Zulfinasran.
Keterlibatan unsur akademisi dan pemerintah provinsi diharapkan mampu menjaga independensi dan kualitas proses seleksi.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap pelaksanaan seleksi terbuka tersebut dapat menghasilkan pejabat yang profesional, kompeten, dan berintegritas untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintahan daerah.
Selain memperkuat tata kelola birokrasi, pejabat yang terpilih nantinya juga diharapkan mampu menghadirkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran serta memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.






