Soalparigi.ID – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Tengah terus mendorong transformasi pendidikan Polri melalui penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE) untuk mencetak personel yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala SPN Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Seminar Sebayang, saat menjadi narasumber dalam Podcast Presisi Polda Sulteng, Kamis (6/8/2026). Dalam talkshow tersebut, ia didampingi Danki Pengasuh IPTU Hariyanto dan dipandu BRIPKA Muzdalifah.
Mengangkat tema “Transformasi Pendidikan melalui Kurikulum Outcome Based Education (OBE), SPN Polda Sulteng Siapkan SDM Unggul dan Profesional”, podcast tersebut membahas perubahan pola pendidikan Polri yang kini lebih berorientasi pada kompetensi dan hasil pembelajaran peserta didik.
Seminar menjelaskan bahwa penerapan kurikulum OBE dirancang agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi serta mampu menjawab harapan masyarakat.
“Kurikulum OBE ini berorientasi pada outcome, yaitu menghasilkan Bintara Polri yang profesional sebagai pelaksana tugas-tugas kepolisian yang berkarakter kebhayangkaraan, menjunjung tinggi HAM, demokratis dan humanis,” ujarnya.
Ia menegaskan, profesionalisme dalam pendidikan Polri harus berjalan seiring dengan pembentukan integritas. Proses pembelajaran juga diperkuat melalui Learning Management System (LMS) sebagai sarana pengawasan dan pengendalian proses pendidikan.
Selain penerapan OBE, SPN Polda Sulteng menerapkan pola pembinaan karakter bertajuk “Pendekar”, yang merupakan akronim dari Penyayang, Dedikasi, dan Karakter. Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk siswa menjadi calon anggota Polri yang mampu memberikan pelayanan secara humanis dan menghormati hak asasi manusia.
“Karakter kebhayangkaraan yang baik akan melahirkan pelayan masyarakat yang baik dan meningkatkan kepercayaan publik,” katanya.
Dalam penerapannya, proses pembelajaran di SPN Polda Sulteng terdiri atas 30 persen teori dan 70 persen diskusi serta praktik. Peserta didik juga didorong memanfaatkan perangkat digital seperti gadget dan laptop untuk mencari referensi tambahan di luar modul pembelajaran.
Menurut Seminar, pola tersebut tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga membiasakan mereka mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.
Sementara itu, IPTU Hariyanto mengatakan pendidikan di SPN Polda Sulteng kini mengedepankan pendekatan humanis dan menolak praktik kekerasan, rasisme maupun kekerasan verbal dalam proses pembinaan.
“Para gadik, instruktur dan pengasuh dibekali pelatihan khusus agar mampu mengoperasionalkan kurikulum OBE ini, serta dilakukan anev setiap minggu,” ungkapnya.
Melalui penerapan kurikulum OBE dan pola pembinaan yang humanis, SPN Polda Sulteng menargetkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga berkarakter, berintegritas dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Seminar juga mengajak generasi muda yang bercita-cita menjadi anggota Polri untuk mempersiapkan diri sejak dini.
“Kami berkomitmen mencetak SDM Polri yang unggul, profesional, berintegritas, bebas kekerasan dan pungli, sehingga lulusan kurikulum OBE benar-benar siap mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.








