Soalparigi.id – Suasana Aula Dikjar Kabupaten Parigi Moutong terasa berbeda. Puluhan anak muda duduk dengan wajah serius, sebagian menundukkan kepala membaca lembar soal, sementara yang lain menarik napas panjang sebelum mulai menulis jawaban. Di balik ujian tertulis yang mereka hadapi, tersimpan harapan untuk mengubah masa depan melalui pendidikan di bidang kesejahteraan sosial.
Sebanyak 20 calon mahasiswa mengikuti ujian tertulis seleksi masuk Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung jalur kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Poltekesos Bandung, Rabu (8/7/2026).
Ujian tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi para peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari Kecamatan Tinombo, Kecamatan Parigi Utara, hingga wilayah Kota Parigi. Mereka datang membawa mimpi yang sama, yakni memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan kelak kembali mengabdi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Idham Karandja, yang membuka kegiatan secara resmi, mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kerjakan soal dengan tenang, fokus, dan penuh keyakinan agar memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.
Menurut Idham, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Poltekesos Bandung merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesejahteraan sosial. Program tersebut juga sejalan dengan visi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, yang menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu prioritas hingga ke tingkat desa.
Untuk menjaga kredibilitas proses seleksi, pelaksanaan ujian diawasi langsung oleh dosen Poltekesos Bandung, Pribowo. Sebelum ujian dimulai, Kepala Dinas Sosial membuka naskah soal yang masih tersegel di hadapan pengawas dari Poltekesos Bandung, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, serta perwakilan peserta sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Fachruddin Syah, menjelaskan bahwa Poltekesos Bandung memiliki tiga program studi, yakni Pemberdayaan Sosial, Rehabilitasi Sosial, dan Pekerjaan Sosial.
Ia berharap peserta yang nantinya dinyatakan lulus dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, kemudian kembali ke daerah untuk mengabdikan ilmu dan keterampilannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Poltekesos Bandung memiliki tiga program studi, yaitu Pemberdayaan Sosial, Rehabilitasi Sosial, dan Pekerjaan Sosial. Kami berharap para peserta yang dinyatakan lulus nantinya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” kata Fachruddin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program kerja sama tersebut dirancang menjadi agenda berkelanjutan yang akan dilaksanakan setiap tahun. Melalui program itu, pemerintah daerah ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah sekaligus menyiapkan tenaga profesional di bidang kesejahteraan sosial.
Di balik lembar-lembar soal yang mereka kerjakan hari itu, tersimpan harapan agar kesempatan belajar di bangku perguruan tinggi dapat menjadi awal lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan. Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, investasi pada pendidikan bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang kelak hadir di tengah masyarakat sebagai pendamping, pelayan sosial, sekaligus penggerak pembangunan daerah.






