Bupati Erwin Burase Dorong MTQ Jadi Instrumen Penguatan Karakter dan Ketahanan Sosial Masyarakat

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, penguatan kegiatan keagamaan dinilai perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.

Hal tersebut disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-15 Tingkat Kecamatan Palasa yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Eeya, Kecamatan Palasa, Kamis malam (4/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat yang Cinta Al-Qur’an untuk Membangun Masyarakat Mandiri dan Tangguh Menghadapi Tantangan Zaman” itu menjadi momentum memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

Menurut Erwin Burase, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia yang memiliki karakter, moral, dan spiritual yang kuat.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat menjadi pedoman penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat persatuan masyarakat, serta membentuk generasi yang memiliki integritas dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

“Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan senantiasa memprioritaskan dan mendukung penuh kegiatan keagamaan seperti ini. Kita sepakat bahwa membangun manusia yang beriman dan bertakwa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan daerah yang berkelanjutan,” ujar Erwin Burase.

Bupati mengatakan MTQ merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, terutama di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, penguatan nilai-nilai keagamaan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk menjaga ketahanan moral masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi filter terhadap berbagai pengaruh negatif yang dapat memengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Erwin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, upaya memperkuat pendidikan keagamaan harus berjalan seiring dengan pembangunan sektor lainnya agar tercipta keseimbangan antara kemajuan material dan pembangunan karakter.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman agama yang baik cenderung lebih mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta berkontribusi positif terhadap lingkungan sosialnya. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan juga dinilai memiliki peran strategis dalam menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya dapat mewakili daerah pada ajang yang lebih tinggi. Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan, wawasan, dan akhlak yang baik.

Bupati memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Palasa, Pemerintah Desa Eeya, panitia pelaksana, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-15 tingkat kecamatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama dan semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya nilai persatuan yang selama ini menjadi modal sosial penting bagi masyarakat Kecamatan Palasa.

“Kerja keras panitia, dukungan aparat, dan semangat gotong royong masyarakat menjadi bukti nyata bahwa persatuan dan kebersamaan di Kecamatan Palasa senantiasa terjaga dengan baik,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan MTQ dapat terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.

Selain itu, kegiatan keagamaan seperti MTQ dinilai mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menjadi ruang pembinaan moral yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan semakin kuatnya nilai-nilai keagamaan, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Dukungan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pemahaman agama, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moral dan etika.

Melalui pelaksanaan MTQ ke-15 Tingkat Kecamatan Palasa, pemerintah berharap lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an dapat terus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang mandiri, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ tahun ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan kehidupan keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi dalam mewujudkan masyarakat Parigi Moutong yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *