Soalparigi.id – Persoalan pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya menyangkut kondisi bangunan sekolah yang terbatas, tetapi juga belum tersedianya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak-anak di Desa Tibu, Kecamatan Tinombo.
Fakta tersebut mengemuka saat tim Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar Kecil (SDK) Terpencil Ogolau di Dusun IV Ogolau, Desa Tibu, Minggu (3/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim kementerian tidak hanya meninjau kondisi sarana pendidikan dasar, tetapi juga melihat secara langsung tantangan akses pendidikan yang dihadapi masyarakat setempat sejak usia dini.
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan hingga saat ini Desa Tibu belum memiliki layanan PAUD yang memadai. Akibatnya, sebagian besar anak-anak baru mengenal dunia pendidikan ketika memasuki jenjang sekolah dasar.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kemampuan belajar anak sebelum memasuki sekolah dasar,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, pemerintah pusat menilai keberadaan layanan PAUD memiliki peran strategis dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan sektor pendidikan nasional.
Tanpa akses pendidikan usia dini, anak-anak di wilayah terpencil berisiko mengalami ketertinggalan dalam aspek literasi, numerasi, maupun kesiapan belajar dibandingkan anak-anak yang telah mendapatkan stimulasi pendidikan sejak usia dini.
Selain persoalan PAUD, tim Kemendikdasmen juga melihat berbagai keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi SDK Terpencil Ogolau. Sekolah tersebut saat ini hanya memiliki dua ruang kelas dan belum dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti perpustakaan, ruang kepala sekolah, UKS, laboratorium, rumah dinas guru maupun sarana sanitasi yang memadai.
Meski demikian, hasil peninjauan menunjukkan masih tersedia lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di masa mendatang.
“Kami melihat ada potensi pengembangan karena tersedia lahan sekitar seribu meter persegi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendukung pendidikan,” jelas Ibrahim.
Dalam kesempatan itu, tim kementerian juga meminta pihak sekolah bersama pemerintah desa segera melengkapi dokumen administrasi lahan yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam proses pengajuan bantuan pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pendidikan di Desa Tibu dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah dasar.
Dengan tersedianya layanan pendidikan yang berkesinambungan dan fasilitas yang lebih layak, anak-anak di wilayah terpencil diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas sebagaimana anak-anak di wilayah perkotaan.






