Soalparigi.id — Penguatan tata kelola pemerintahan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan. Di balik pemerintahan yang efektif, dibutuhkan ilmu, gagasan, kajian, serta sumber daya manusia yang mampu membaca tantangan daerah.
Semangat itulah yang turut diapresiasi Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah H. Moh. Hidayat Pakamundi, S.E., saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu (3/10/2026).
Hidayat hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dalam agenda yang menjadi momentum penting bagi penguatan komunitas keilmuan pemerintahan di Sulawesi Tengah.
Pelantikan pengurus DPW MIPI Sulteng dilakukan langsung oleh Ketua Umum MIPI yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.
Sejumlah unsur penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Pengurus DPP MIPI, Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah dan kabupaten/kota, Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dra. Novalina, M.M., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, hingga para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa serta tamu undangan lainnya.
Bagi Hidayat, terbentuknya kepengurusan baru MIPI Sulteng menjadi kabar baik bagi perkembangan ilmu pemerintahan sekaligus ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran akademik dengan kebutuhan nyata penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Ia menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPW MIPI Sulteng yang baru dilantik.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPW MIPI Sulawesi Tengah yang telah dilantik. Kami berharap MIPI dapat menjadi wadah yang semakin kuat dalam mengembangkan ilmu pemerintahan sekaligus memberikan kontribusi pemikiran bagi penyelenggaraan pemerintahan di daerah,” ujar Hidayat.
Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks. Karena itu, pembangunan daerah membutuhkan dukungan pemikiran yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis kajian, pengetahuan dan pengalaman.
Dalam konteks tersebut, keberadaan MIPI dinilai dapat mengambil peran penting sebagai ruang bertemunya akademisi, praktisi pemerintahan, organisasi profesi, mahasiswa, pemerintah daerah dan DPRD.
Hidayat berharap MIPI Sulteng mampu menjadi salah satu motor pengembangan gagasan pemerintahan yang relevan dengan karakter dan kebutuhan Sulawesi Tengah.
“Sinergi antara pemerintah, DPRD, perguruan tinggi, organisasi profesi dan mahasiswa sangat penting. Dari sinilah kita dapat melahirkan gagasan-gagasan yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan kalangan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menyiapkan masa depan pemerintahan daerah.
Penguatan ilmu pemerintahan, kata Hidayat, pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan tata kelola pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kepengurusan MIPI Sulteng periode 2026–2031 tidak berhenti pada momentum pelantikan. Organisasi tersebut diharapkan segera menghadirkan program, kajian, diskusi dan gagasan yang dapat memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah.
“Kami dari DPRD Sulawesi Tengah tentu menyambut baik dan mendukung setiap upaya yang mendorong peningkatan kualitas pemerintahan. Semoga MIPI Sulawesi Tengah dapat terus bersinergi dan menghadirkan gagasan-gagasan terbaik untuk kemajuan daerah,” tutur Hidayat.
Pelantikan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, pembacaan doa, pembacaan surat keputusan dan susunan kepengurusan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan serta sambutan.
Rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan kunci sekretariat secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kepada Ketua DPW MIPI serta foto bersama.
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya periode baru MIPI Sulawesi Tengah. Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan, MIPI diharapkan mampu memperkuat tradisi keilmuan sekaligus melahirkan gagasan-gagasan pemerintahan yang berdampak bagi masyarakat Sulawesi Tengah.








