Penggunaan Vape Dilarang di Seluruh Lingkungan Polri, Pelanggar Terancam Sanksi

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah / Foto: Bidhumas Polda Sulteng

Soalparigi.ID – Seluruh personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dilarang menggunakan rokok elektrik atau vape, baik di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja. Kebijakan tersebut berlaku di seluruh satuan kepolisian, mulai dari Markas Besar Polri, Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek).

Larangan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tanggal 30 Oktober 2026 tentang Larangan Penggunaan Rokok Elektrik (Vape) di Lingkungan Polri. Di Polda Sulawesi Tengah, kebijakan ini ditegaskan Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan sebagai upaya menjaga disiplin, kesehatan, dan profesionalisme personel.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin menjelaskan, salah satu pertimbangan penerapan larangan tersebut adalah potensi penyalahgunaan perangkat vape sebagai media peredaran narkotika. Zat yang berpotensi disalahgunakan melalui perangkat tersebut antara lain etomidate, ketamine, sabu cair, dan ganja cair.

Selain risiko penyalahgunaan narkotika, penggunaan vape juga dinilai memiliki dampak terhadap kesehatan, termasuk gangguan paru-paru dan potensi diabetes akibat penurunan insulin. Penggunaan rokok elektrik juga dinilai dapat mengganggu kenyamanan lingkungan kerja serta mengurangi citra profesional anggota Polri.

“Dalam ketentuan tersebut, seluruh Pegawai Negeri pada Polri dilarang menggunakan vape, baik di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja. Larangan serupa juga berlaku bagi tamu dan pengunjung yang berada di lingkungan kantor kepolisian,” jelas Kombes Achmad Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/11/2026).

Terhadap personel yang melanggar ketentuan tersebut, sanksi akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. Sementara itu, tamu atau pengunjung yang kedapatan menggunakan vape akan diberikan teguran serta diminta mematikan dan menyimpan perangkatnya.

“Kebijakan ini berlaku di seluruh lingkungan Polri, mulai dari Markas Besar Polri, Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek),” tegasnya.

Kombes Achmad Muhaimin juga mengimbau seluruh personel Polda Sulteng agar mematuhi ketentuan dalam surat edaran tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat serta pengunjung kantor kepolisian untuk menghormati aturan larangan penggunaan vape demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat, tertib, dan profesional,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *