Soalparigi.ID — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido memimpin rapat persiapan kunjungan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara ke Kabupaten Parigi Moutong. Rapat berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (26/1/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Parigi Moutong Erwin Burase serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pembahasan difokuskan pada agenda kunjungan Menteri Transmigrasi ke kawasan transmigrasi, khususnya pelaksanaan panen raya padi sawah dan peninjauan potensi wilayah transmigrasi.
Dalam rapat disampaikan bahwa kegiatan panen raya yang direncanakan merupakan panen raya padi, bukan kelapa sawit. Panen dipusatkan di Desa Kotanagaya dengan luas lahan siap panen sekitar 300 hektare dari total kurang lebih 700 hektare lahan sawah yang ada. Panen dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026 dan telah diverifikasi melalui pengukuran serta dokumentasi lapangan terkini.
Selain panen raya padi, kunjungan Menteri Transmigrasi juga mencakup peninjauan pengembangan komoditas perkebunan seperti durian, kakao, dan kelapa di kawasan transmigrasi. Untuk komoditas durian, kegiatan direncanakan berupa petik buah secara simbolis dan peninjauan, mengingat tanaman masih berada pada tahap awal berbuah dan belum memasuki masa panen raya.
Rangkaian kunjungan juga akan menyasar kawasan transmigrasi nelayan di Desa Moyang dengan luas wilayah sekitar 1.000 hektare yang saat ini dihuni sekitar 75 kepala keluarga. Di kawasan tersebut telah tersedia fasilitas dasar seperti dermaga, namun masih membutuhkan dukungan lanjutan, khususnya dalam penguatan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya kesiapan lokasi, data, dan substansi yang akan disampaikan kepada Menteri Transmigrasi. Ia meminta pemerintah kabupaten dan OPD terkait menyiapkan paparan komprehensif mengenai luas dan produktivitas sawah, kondisi pengairan, potensi perkebunan, kondisi sosial ekonomi masyarakat transmigrasi, serta data nelayan di wilayah yang akan dikunjungi.
“Yang paling penting kita siapkan lokasinya, tokoh masyarakatnya, dan data yang jelas. Menteri perlu melihat langsung potensi dan kebutuhan masyarakat transmigrasi, termasuk kondisi infrastruktur dan pengairan,” ujar Anwar Hafid.
Dalam rapat juga dibahas kesiapan helipad di Desa Tidungasi yang berjarak sekitar 2,2 kilometer dari lokasi panen raya, serta kondisi infrastruktur jalan di kawasan transmigrasi yang masih memerlukan perhatian serius. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai kunjungan ini sebagai momentum penting untuk mendorong dukungan pembangunan kawasan transmigrasi.
Gubernur Anwar Hafid juga menekankan agar penyambutan Menteri Transmigrasi dilakukan secara sederhana dan komunikatif. “Pak Menteri orangnya santai, tidak perlu terlalu formal. Yang penting substansi dan kejujuran kondisi di lapangan,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kawasan transmigrasi di Parigi Moutong memperoleh dukungan kebijakan dan investasi, khususnya dalam pengembangan padi, durian, kakao, kelapa, perikanan, serta industri pengolahan rakyat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.






