Soalparigi.ID — Pencegahan stunting di Kabupaten Parigi Moutong didorong menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid saat membuka Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah sebagai pembawa materi sosialisasi GENTING.
Menurut Abdul Sahid, pencegahan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun sektor kesehatan. Keluarga sebagai lingkungan terdekat dalam tumbuh kembang anak juga memiliki peran penting dalam upaya tersebut.
“Stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, para kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan terutama keluarga harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu memastikan setiap anak Parigi Moutong dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Abdul Sahid.
Ia menjelaskan, GENTING merupakan gerakan kepedulian dan gotong royong untuk memberikan perhatian serta dukungan kepada keluarga yang membutuhkan. Peran orang tua asuh, kata dia, bukan untuk menggantikan peran orang tua kandung, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan anak.
Dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, sanitasi, pola asuh, serta kebutuhan dasar anak. Abdul Sahid menekankan pelaksanaan program tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau pemberian bantuan, tetapi perlu dilanjutkan melalui pendampingan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Ia juga menilai pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum bayi lahir, antara lain melalui perhatian dan pendampingan terhadap ibu hamil, pemahaman keluarga mengenai gizi seimbang, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan pelayanan posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, edukasi kepada orang tua, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan makanan bergizi bagi anak, serta peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi lingkungan yang sehat.
Abdul Sahid juga menyoroti pola pengasuhan anak di tengah penggunaan telepon seluler. Menurutnya, perhatian orang tua terhadap anak perlu menjadi bagian yang diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting.
“Lebih sibuk orang tuanya mengurusi handphone-nya daripada anaknya,” ujar Abdul Sahid.
Ia meminta para camat melakukan evaluasi ketika turun ke lapangan untuk melihat pelaksanaan kegiatan pencegahan stunting. Hasil evaluasi tersebut kemudian perlu dikumpulkan kembali untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program dan tingkat keberhasilannya.
Abdul Sahid mengajak masyarakat menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama yang dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui keterlibatan masyarakat.
Setelah menyampaikan sambutannya, Abdul Sahid secara resmi membuka Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).








