Soalparigi.ID – Polda Sulawesi Tengah bersama komunitas Bhayangkara Trail Adventure (BTA) menyalurkan ratusan paket bantuan sosial kepada masyarakat Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang difokuskan pada aksi sosial untuk membantu warga dan mendukung pendidikan anak-anak di wilayah pedesaan.
Dalam kegiatan itu, panitia menyalurkan sebanyak 110 paket sembako kepada warga serta 50 paket alat tulis bagi anak-anak usia sekolah. Bantuan diberikan secara langsung kepada perwakilan penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian warga.
Penyaluran bantuan dipimpin Ketua Panitia Bhayangkara Trail Adventure (BTA) Sulawesi Tengah, AKP Anang Mustakim. Kehadiran rombongan Polda Sulteng dan komunitas BTA mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
AKP Anang Mustakim mengatakan, kegiatan sosial menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun ini. Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai melalui kegiatan internal maupun seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus semangat menempuh pendidikan. Dukungan terhadap sektor pendidikan dinilai penting karena menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat membantu kebutuhan warga dan memberikan semangat bagi anak-anak dalam belajar,” ujar AKP Anang Mustakim.
Menurutnya, kegiatan sosial yang melibatkan komunitas Bhayangkara Trail Adventure juga menunjukkan bahwa sinergi antara institusi kepolisian dan komunitas masyarakat dapat menghasilkan program yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Selain menjadi sarana berbagi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang interaksi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Hubungan yang baik antara Polri dan warga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan masyarakat.
Kepala Desa Bale, Adam, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polda Sulawesi Tengah dan komunitas Bhayangkara Trail Adventure kepada masyarakat desanya. Ia menilai bantuan yang diberikan memiliki manfaat nyata, terutama bagi keluarga yang membutuhkan serta anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.
Menurut Adam, kehadiran aparat kepolisian melalui kegiatan sosial semacam ini memberikan dampak positif karena masyarakat dapat merasakan langsung bentuk kepedulian yang diberikan. Bantuan yang diterima warga diharapkan mampu meringankan sebagian kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Ia juga berharap program-program sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga sosial lainnya.
Masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Sejumlah warga mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan dan berharap hubungan baik antara masyarakat dengan kepolisian dapat terus terjalin melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga.
Bagi Polda Sulawesi Tengah, kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung.
Komunitas Bhayangkara Trail Adventure yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut juga menjadi contoh bagaimana komunitas yang beranggotakan personel kepolisian dapat berkontribusi dalam aktivitas kemasyarakatan. Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program sosial hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Tengah pun tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi institusi kepolisian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui aksi nyata. Penyaluran 160 paket bantuan di Desa Bale menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut, sekaligus mempertegas peran Polri sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera.






