Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Tim Bhayangkara Offroad Nambaso 2026 Survei Jalur Ekstrem dan Salurkan Bantuan untuk Warga Donggala

/ Foto : Bidhumas Polda Sulteng

Soalparigi.ID — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tim Bhayangkara Offroad Nambaso 2026 mulai mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan offroad yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026. Tidak hanya melakukan survei lintasan ekstrem, kegiatan tersebut juga diwarnai penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

Survei jalur dilakukan pada Sabtu (23/5/2026) untuk memastikan kesiapan medan yang akan dilalui peserta sekaligus memetakan tingkat keamanan lintasan. Kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian persiapan Bhayangkara Offroad Nambaso 2026 yang diperkirakan akan melibatkan komunitas offroad dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah maupun luar wilayah.

Tim survei dipimpin oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Heni Agus Sunandar, yang juga bertindak sebagai pembina Bhayangkara Tadulako Offroader (BTOF). Peninjauan dilakukan di sejumlah titik jalur yang direncanakan menjadi rute utama event.

Persiapan tersebut tidak hanya berorientasi pada tantangan olahraga otomotif, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan peserta. Jalur yang akan digunakan dipetakan berdasarkan tingkat kesulitan medan, kondisi geografis, serta potensi risiko yang mungkin muncul selama kegiatan berlangsung.

Penyelenggara menilai kesiapan rute menjadi faktor penting untuk menjamin keamanan sekaligus kenyamanan peserta. Event offroad yang mengandalkan lintasan ekstrem membutuhkan pengukuran teknis lebih matang agar tetap memberi tantangan tanpa mengabaikan unsur keselamatan.

Di tengah agenda survei lapangan, tim Bhayangkara Offroad Nambaso 2026 juga menjalankan misi sosial dengan menyalurkan bantuan kepada warga Desa Bale. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kepala Desa Bale sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Paket bantuan yang diserahkan meliputi 100 kilogram bibit jagung, 10 karung beras ukuran lima kilogram, serta dua unit alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan itu diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan warga sekaligus memperkuat aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Penyaluran bantuan dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas makna peringatan Hari Bhayangkara melalui kegiatan yang tidak berhenti pada aspek seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menghadirkan interaksi langsung dengan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan sosial maupun ekonomi.

Kabid TIK Polda Sulawesi Tengah menyebut Bhayangkara Offroad Nambaso 2026 dirancang bukan sekadar ajang olahraga otomotif dan kompetisi komunitas, melainkan ruang membangun kedekatan sosial antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari pendekatan kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat hubungan dengan warga sekaligus menghadirkan manfaat langsung di lapangan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat sekaligus menunjang sektor pertanian di Desa Bale.

Pemilihan bantuan berupa bibit jagung dan alat pertanian juga dinilai relevan dengan kondisi masyarakat pedesaan yang sebagian besar menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian. Dukungan alat dan benih diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membantu memperkuat ketahanan pangan lokal.

Selain aspek sosial, kegiatan offroad yang akan digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 juga diproyeksikan menjadi wadah mempererat hubungan antar komunitas otomotif di Sulawesi Tengah. Event tersebut diperkirakan menghadirkan peserta dari berbagai daerah dengan lintasan yang menawarkan tantangan khas medan alam Sulawesi Tengah.

Bagi komunitas offroad, survei jalur menjadi tahapan penting untuk mengetahui karakter medan sebelum pelaksanaan resmi. Penyesuaian lintasan biasanya dilakukan guna memastikan keseimbangan antara tingkat kesulitan dan keselamatan peserta, terutama pada jalur yang melintasi kawasan berbukit, berlumpur, atau akses alam terbuka.

Di sisi lain, kehadiran kegiatan berskala regional semacam ini juga berpotensi memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Mobilitas peserta dan pengunjung dapat meningkatkan aktivitas perdagangan kecil, jasa konsumsi, hingga sektor pendukung lainnya di wilayah penyelenggaraan.

Peringatan Hari Bhayangkara sendiri selama beberapa tahun terakhir tidak hanya diisi kegiatan internal institusi kepolisian, tetapi juga dirangkai dengan agenda sosial, olahraga, pelayanan masyarakat, dan kegiatan kemanusiaan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat citra pelayanan publik sekaligus mendekatkan institusi kepada warga.

Dengan persiapan yang mulai dimatangkan sejak awal, Bhayangkara Offroad Nambaso 2026 diharapkan tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga meninggalkan dampak sosial yang dirasakan masyarakat. Survei jalur yang dibarengi aksi bantuan sosial menunjukkan bahwa kegiatan olahraga otomotif dapat berjalan beriringan dengan misi kemasyarakatan, terutama dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *