Soalparigi.id — Petunjuk teknis (juknis) lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat resmi dirilis. Ketua Angkatan Muda Penggerak Demokrat (AMPD) Sulawesi Tengah, Rezki Samadani, turut menyiapkan kupo undian umroh bagi peseta dan optimistis pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung profesional, terbuka, dan tidak mencederai semangat masyarakat yang menjadi bagian dari momentum perayaan tersebut.
Menurut Rezki, kehadiran juknis menjadi pijakan penting agar seluruh rangkaian lomba berjalan dengan aturan yang jelas, mulai dari ketentuan peserta, kostum dan kreativitas, mekanisme penilaian, hingga penetapan pemenang.
Ia menegaskan, perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat tidak boleh dipandang sebagai momentum internal yang hanya diperuntukkan bagi kader maupun simpatisan. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang kebersamaan yang dapat diikuti dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Juknis ini kami hadirkan agar kegiatan berjalan dengan profesional dan semua peserta mengetahui aturan sejak awal. Tetapi yang paling penting, HUT Demokrat ini bukan hanya milik kader dan simpatisan. Ini momentum yang harus bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Rezki.
Ia mengatakan, lomba gerak jalan sengaja dikemas dengan memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas. Dalam juknis, peserta tidak hanya dinilai dari kerapian dan kekompakan barisan, tetapi juga kreativitas formasi, yel-yel, serta kemampuan menghadirkan penampilan yang menarik.

Setiap grup terdiri dari 25 orang peserta dan diperbolehkan memasukkan maksimal lima orang dari unsur alumni paskibraka, TNI, maupun Polri. Peserta diwajibkan menggunakan dress code biru putih dengan dominasi warna tersebut dan diperbolehkan membawa maksimal dua orang pendamping menggunakan kendaraan bermotor.
Untuk aspek kreativitas, peserta dapat menampilkan variasi yang berkaitan dengan HUT Partai Demokrat. Juknis menyebut sejumlah bentuk kreativitas yang dapat menjadi nilai tambahan, antara lain formasi angka 25, formasi bintang Mercy, serta formasi atau simbol PD 14.
Menurut Rezki, ruang kreativitas tersebut sengaja diberikan agar masyarakat tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga dapat mengekspresikan semangat kebersamaan melalui penampilan masing-masing kelompok.
“Kami ingin masyarakat datang bukan sekadar untuk bertanding. Mereka datang untuk bergembira, berkreasi dan menjadi bagian dari perayaan HUT Demokrat. Jadi semangatnya adalah kebersamaan, bukan sekadar kompetisi,” katanya.
Dari sisi penilaian, dewan juri akan mempertimbangkan kerapian dan keserasian barisan, kekompakan dan ketertiban PBB, keserasian gerakan antaranggota, serta kreativitas formasi selama pelaksanaan gerak jalan.
Panitia juga menyediakan tambahan kategori Juara Favorit. Penentuannya didasarkan pada keunikan penampilan, kreativitas kelompok, kekompakan, serta kemampuan menghibur dan menarik perhatian penonton.
Untuk menjaga objektivitas, panitia akan menghadirkan lima orang dewan juri dari KONI Provinsi Sulawesi Tengah. Dewan juri tidak berdomisili di Kabupaten Parigi Moutong dan penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan ketentuan serta kriteria yang telah ditetapkan.
Rezki menilai mekanisme tersebut penting untuk membangun kepercayaan peserta. Ia ingin setiap kelompok memiliki keyakinan bahwa proses kompetisi berlangsung secara adil dan transparan.
“Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi pesta masyarakat justru menimbulkan rasa kecewa. Karena itu, kami ingin semuanya jelas dari awal, baik aturan maupun penilaiannya,” ujarnya.
Dalam juknis juga ditegaskan bahwa penentuan juara dan proses penilaian dilakukan secara terbuka. Rekapitulasi hasil penilaian dilakukan sebelum pengumuman pemenang, sementara keputusan dewan juri berdasarkan hasil penilaian bersifat final.
Pendaftaran peserta berlangsung pada 23 Agustus hingga 4 September 2026. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp100 ribu per grup dengan fasilitas berupa air mineral.
Rezki berharap kehadiran juknis dapat menjadi jaminan awal bahwa lomba gerak jalan tersebut disiapkan secara serius. Ia ingin momentum HUT ke-25 Partai Demokrat meninggalkan kesan positif, bukan hanya bagi mereka yang terlibat langsung dalam kegiatan, tetapi juga bagi masyarakat yang menyaksikan.
“Ini pembuktian bahwa ketika Demokrat merayakan ulang tahunnya, yang ingin kami hadirkan bukan hanya kegiatan untuk internal. Kami ingin masyarakat juga merasa memiliki momentum ini,” kata Rezki.
Ia menambahkan, usia 25 tahun Partai Demokrat merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat melalui kegiatan yang terbuka dan inklusif.
Karena itu, Rezki mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam lomba tersebut dengan tetap menjaga sportivitas, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
“Demokrat boleh punya kader dan simpatisan, tetapi ketika berbicara tentang perayaan HUT, kami ingin semua masyarakat merasa menjadi bagian. Inilah yang ingin kami hadirkan melalui kegiatan gerak jalan ini,” ujarnya.
Dengan dirilisnya juknis, tahapan lomba gerak jalan kini memasuki fase persiapan menuju pelaksanaan. Bagi AMPD Sulawesi Tengah, profesionalitas penyelenggaraan menjadi bagian penting untuk membuktikan bahwa momentum HUT ke-25 Partai Demokrat dapat dirayakan sebagai pesta kebersamaan masyarakat, bukan sekadar agenda internal partai.








