Soalparigi.ID – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyalurkan 5.000 paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27 Kabupaten Buol di Lapangan Kantor Bupati Buol, Senin (12/10/2026). Dalam upacara tersebut, ia juga menunda penyampaian sambutan resmi karena mempertimbangkan kondisi peserta yang berdiri di bawah terik matahari.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Anwar Hafid memilih turun dari tribun kehormatan dan mengikuti jalannya upacara bersama peserta yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), personel TNI-Polri, serta pelajar.
Saat melihat peserta terpapar panas matahari, Anwar memutuskan mengistirahatkan barisan dan menunda pembacaan sambutan hingga peserta dibubarkan.
“Saya akan membacakan sambutan setelah barisan dibubarkan, mengingat terik matahari yang sangat panas hari ini,” tegas Anwar Hafid di hadapan peserta upacara.
Selain memperhatikan kondisi peserta upacara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan sosial berupa 5.000 paket sembako untuk masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Buol. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, khususnya keluarga kurang mampu.
“Peringatan hari jadi ini harus dirasakan manfaatnya langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Bantuan 5.000 paket sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan dasar keluarga penerima,” ujar Anwar Hafid.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peringatan HUTDA ke-27 juga menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Buol dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Buol memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan, dan pengelolaan sumber daya alam. Pengembangan potensi tersebut perlu didukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Momentum hari jadi daerah ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan dan tantangan yang masih dihadapi. Kolaborasi antarpemerintah diharapkan dapat mendorong pengelolaan potensi daerah agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.








