Soalparigi.ID – Panen raya jagung di Desa Lobu, Kecamatan Parigi Barat, menunjukkan potensi besar sektor pertanian Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa. Dari lahan seluas empat hektare yang dipanen, produktivitas jagung mencapai sekitar 10 hingga 14 ton jagung pipil kering per hektar
Capaian tersebut diperoleh melalui program pengembangan pertanian yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Panen raya yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) itu menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program tersebut merupakan tindak lanjut penanaman jagung yang dilakukan sejak Februari 2026. Lahan yang dikelola Kelompok Tani Meringah Lobu Mandiri memiliki luas sekitar lima hektare, dengan empat hektare di antaranya telah memasuki masa panen.
Berdasarkan hasil ubinan, produksi jagung pipil basah mencapai 14.230 kilogram. Angka tersebut menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata produksi jagung di sejumlah wilayah lain.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, mengatakan keberhasilan panen tersebut tidak boleh berhenti pada satu kegiatan saja. Menurutnya, pengembangan sektor pertanian harus menjadi program berkelanjutan yang terus diperluas untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Karena itu, seluruh pihak didorong untuk memanfaatkan lahan produktif yang masih belum tergarap secara optimal.
Menurut Zullikar, masih terdapat banyak potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi sentra produksi pangan apabila didukung oleh kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat.
“Program seperti ini harus terus berlanjut karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat sesuai peran masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Zullikar memberikan motivasi kepada para petani dengan menceritakan latar belakang kehidupannya yang berasal dari keluarga petani. Menurutnya, profesi petani memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa karena menjadi fondasi utama penyediaan pangan bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menilai keberhasilan panen di Desa Lobu menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan pertanian berbasis kolaborasi mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Ia mengatakan Kabupaten Parigi Moutong selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sulawesi Tengah. Sejumlah kecamatan seperti Bolano, Bolano Lambunu, Toribulu, Ongka Malino, hingga Parigi Barat menjadi wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi jagung daerah.
Menurut Erwin, keberhasilan yang dicapai di Desa Lobu diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur yang masih tersedia sehingga mampu meningkatkan luas tanam dan produksi pertanian.
“Potensi lahan yang kita miliki masih sangat besar. Jika dimanfaatkan dengan baik, hasilnya tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga pendapatan masyarakat,” katanya.
Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah daerah juga mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan hilirisasi produk pertanian. Langkah tersebut dinilai penting agar petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari penjualan bahan baku, tetapi juga dari produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Bupati mencontohkan komoditas jagung dapat diolah menjadi berbagai produk pangan maupun pakan ternak yang memiliki nilai ekonomi lebih besar dibandingkan menjual hasil panen dalam bentuk mentah.
Menurutnya, pengembangan industri pengolahan berbasis jagung dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal.
“Kita ingin hasil pertanian tidak berhenti pada proses panen. Harus ada nilai tambah melalui pengolahan sehingga keuntungan yang diterima petani juga meningkat,” ujarnya.
Dalam pengembangan sektor pertanian desa, Bupati juga menyoroti peran penting BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia menilai BUMDes dapat menjadi lembaga yang menjembatani kebutuhan petani mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen.
BUMDes Lobu Mandiri disebut menjadi salah satu contoh lembaga ekonomi desa yang aktif mendukung pengembangan pertanian di wilayahnya. Pemerintah daerah berharap model tersebut dapat diterapkan di desa-desa lain di Parigi Moutong.
Selain BUMDes, pemerintah juga mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi desa. Hingga pertengahan tahun 2026, sekitar 50 desa dari total 278 desa di Kabupaten Parigi Moutong telah membentuk koperasi tersebut.
Pemerintah daerah berharap keberadaan koperasi dapat memperluas akses pembiayaan, pemasaran, serta pengembangan usaha masyarakat desa. Kolaborasi antara koperasi dan BUMDes dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan juga menyerahkan bantuan benih jagung kepada Kelompok Tani Fatulimbo bersama Pemerintah Desa Lobu. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian pada musim tanam berikutnya.
Keberhasilan panen di Desa Lobu juga menunjukkan efektivitas penggunaan benih jagung varietas NK 212 yang sebelumnya disalurkan kepada petani. Dengan dukungan benih unggul dan pendampingan yang tepat, produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan.
Panen raya ini menjadi gambaran bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Parigi Moutong. Jika didukung dengan pemanfaatan lahan yang optimal, penguatan kelembagaan desa, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, komoditas jagung berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Keberhasilan di Desa Lobu diharapkan menjadi model pengembangan pertanian yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Parigi Moutong.






