Soalparigi.ID – Semangat persaudaraan warga Bungku kembali menguat seiring pengukuhan pengurus Kerukunan Keluarga Bungku (KKB) Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Sriti, Senin malam (16/2).
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengukuhkan akademisi Arifuddin La Musa sebagai Ketua Umum KKB Sulteng Periode 2026–2029.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap seluruh warga keluarga besar Bungku, di mana pun mereka berada. Langkah ini, terangnya, penting agar organisasi memiliki basis data yang kuat untuk menjalankan perannya sebagai wadah membina gotong royong, silaturahmi, dan tolong-menolong antarwarga Bungku di perantauan.
“Yang namanya organisasi kerukunan keluarga harus ada ciri-ciri, mereka saling tolong-menolong. Diundang tidak diundang dia pasti datang ke anggotanya yang susah,” ungkapnya, menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi etnis terletak pada kepedulian antar sesama.
Lebih lanjut, Gubernur memaparkan tiga filosofi utama yang menjadi karakteristik masyarakat Bungku, yaitu berjamaah, unggul, dan kuat. Ketiga nilai ini disebut sebagai warisan leluhur yang dirangkum dalam semboyan Tepe Asa Maroso, yang bermakna “bersama kita kuat”.
“Bungku itu berjamaah, unggul dan kuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus oleh disrupsi zaman.
“Kearifan lokal dari orang tua kita ini tidak boleh ditinggalkan. Kapan saja kita tinggalkan maka kita tidak akan maju,” pungkasnya.
Acara pengukuhan ini turut menetapkan sejumlah tokoh penting dalam jajaran Dewan Kehormatan KKB, di antaranya Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido dan Ketua TP-PKK Sulteng Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan.
Kegiatan semakin meriah dengan pengundian hadiah kejutan serta penampilan Gubernur Anwar Hafid yang membawakan lagu-lagu tradisional Bungku.
Turut hadir unsur Forkopimda, pejabat perangkat daerah, perwakilan kerukunan etnis di Sulawesi Tengah, serta seluruh lapisan masyarakat Bungku.






