Mahasiswi Asal Parigi Moutong Terpilih Jadi Wakil Presiden Mahasiswa Untad 2026

/ Foto : IST

Soalparigi.ID – Mahasiswi asal Kabupaten Parigi Moutong, Nur Ramlah, resmi terpilih sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) periode 2026 setelah memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang digelar pada 15 Juni 2026.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad itu mendampingi Febriansyah dalam kontestasi yang berlangsung ketat dan melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, sebanyak 4.950 mahasiswa menggunakan hak pilihnya. Dari jumlah tersebut, 4.819 suara dinyatakan sah. Pasangan Febriansyah–Nur Ramlah memperoleh 2.435 suara atau unggul 51 suara atas pasangan Hidayatul Fatwa–Muhammad Afgan yang meraih 2.384 suara.

Selisih suara yang tipis menunjukkan tingginya dinamika demokrasi mahasiswa di lingkungan Universitas Tadulako. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Nur Ramlah menjadi salah satu mahasiswa asal Parigi Moutong yang berhasil menduduki posisi strategis dalam organisasi kemahasiswaan tingkat universitas.

Terpilihnya Nur Ramlah tidak terlepas dari rekam jejak organisasi yang telah dibangun sejak masa sekolah. Ketertarikannya terhadap isu kepemimpinan, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan membuatnya aktif dalam berbagai organisasi sejak usia muda.

Saat menempuh pendidikan di tingkat SMP, ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Umum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Ketua Palang Merah Remaja (PMR). Pengalaman tersebut menjadi awal keterlibatannya dalam berbagai aktivitas kepemimpinan dan pelayanan sosial.

Aktivitas organisasinya berlanjut ketika menempuh pendidikan di SMAN 1 Parigi. Di sekolah tersebut, Nur Ramlah aktif sebagai Koordinator Organisasi Politik dan Kepemimpinan OSIS, Sekretaris Umum Sanggar Seni Kutora, serta Ketua Umum PMR.

Berbagai pengalaman itu membentuk kemampuan manajerial, komunikasi, dan kepemimpinan yang kemudian terus berkembang ketika memasuki dunia perguruan tinggi.

Di Universitas Tadulako, Nur Ramlah aktif dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP, hingga organisasi kemasyarakatan mahasiswa.

Keterlibatan dalam berbagai organisasi tersebut membuatnya terbiasa berhadapan dengan beragam isu kemahasiswaan, mulai dari advokasi, pengembangan sumber daya mahasiswa, hingga kegiatan sosial dan kepemimpinan.

Selain aktif berorganisasi, ia juga mampu mempertahankan capaian akademik yang baik. Hingga saat ini, Nur Ramlah tercatat memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74.

Di tengah kesibukan organisasi dan akademik, ia juga pernah mengikuti program nasional Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Brawijaya. Program tersebut memberinya kesempatan memperluas pengalaman belajar sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Nur Ramlah sempat menjalani masa jeda pendidikan atau gap year selama satu tahun. Dalam periode tersebut, ia bekerja di sejumlah sektor usaha sebagai kasir, pramuniaga, dan account officer.

Pengalaman bekerja sejak usia muda itu diakuinya menjadi salah satu proses pembelajaran yang membentuk karakter mandiri, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi.

Di bidang prestasi, Nur Ramlah juga mencatat sejumlah pencapaian. Ia pernah meraih Juara I Debat Ilmiah Program Studi Ilmu Pemerintahan sebanyak dua kali dan terpilih sebagai Duta Putri Favorit Generasi Berencana Kabupaten Parigi Moutong.

Sejumlah kegiatan kepemudaan, pelatihan kepemimpinan, dan program sosial yang diikutinya turut memperkuat kapasitasnya sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai bidang.

Terpilihnya Nur Ramlah sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Untad dinilai menjadi representasi meningkatnya partisipasi perempuan dalam ruang-ruang kepemimpinan mahasiswa. Kehadirannya di posisi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterwakilan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya berbagai program yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa di lingkungan kampus.

Bagi masyarakat Parigi Moutong, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing dan memperoleh kepercayaan di tingkat perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah.

Ke depan, pasangan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penguatan peran organisasi kemahasiswaan, peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kampus, hingga pengawalan berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa.

Dengan pengalaman organisasi yang panjang serta dukungan yang diperoleh melalui proses demokrasi kampus, Nur Ramlah kini mengemban tanggung jawab baru untuk mewakili aspirasi ribuan mahasiswa Universitas Tadulako. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa konsistensi, pengalaman, dan kerja keras dapat membuka jalan bagi generasi muda daerah untuk tampil dan berkontribusi pada ruang kepemimpinan yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *